Dalam zonasi kawasan adat sendiri, TNGMb memiliki wisata unggulan Hutan Pinus Kragilan atau Top Selfie. Dikelola oleh masyarakat Dusun Kragilan. Sedikitnya 140.100 wisatawan pada 2018 dan 135.900 pada 2019 telah mengunjungi pusat atraksi ini.
Hutan Pinus Kragilan ini memiliki keindahan dari segi estetika alam maupun karya artistik pengelolanya. Wisata alam yang dipadukan dengan hasil buah tangan pengelola yang kreatif, menghasilkan tidak hanya spot foto yang menarik, namun juga sebagai lapangan pekerjaan baru bagi para fotorgrafer lepas. Hal ini tentu menjadi potensi yang harus terus dikembangkan dalam meningkatkan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Hingga pada Maret 2022, UNS menerjunkan delapan mahasiswa diantaranya lima mahasiswa FEB dan tiga mahasiswa dari FH sebagai pioner kegiatan MBKM dengan KKN pada program Riset Keilmuan skema Hibah Riset Mandiri Dosen tahun 2021. Program ini diketuai oleh Evi Gravitiani dan anggotanya antara lain Anugrah Adiastuti, Dwi Herniti, Johan Setiawan, Rebecca Cindy Sartika, dan Anzar Alfat Firdaus.
Selama 45 hari, peserta KKN ditempatkan di Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Mereka diharapkan mampu mengembangkan potensi wisata dan budaya di desa tersebut.
“Melalui program ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar untuk hidup di tengah masyarakat dan berkontribusi secara langsung membangun potensi dan memberikan solusi untuk masalah sosial desa,” tutur ketua riset.
Mengulas sedikit tentang sejarah Hutan Pinus Kragilan atau disebut Wisata Top Selfi, adalah bagian kawasan hutan TNGMb yang berada di lembah seluas 5,29 hektare. Vegetasi yang dominan di Top Selfie adalah jenis Pinus Merkusii.
Wisata Hutan Pinus Top Selfie Kragilan mulai dikelola Balai Taman Nasional Gunung Merbabu bersama masyarakat sekitar pada 2015. Sebagian besar dari masyarakat Dusun Kragilan bermata pencaharian utama sebagai petani serta buruh tani.
Munculnya Wisata Hutan Pinus Top Selfie Kragilan secara tidak langsung membawa sesuatu yang baru terhadap pemberdayaan dan perubahan sosial bagi masyarakat petani di sekitar. Wisata Hutan Pinus Top Selfie Kragilan menunjang perekonomian masyarakat. Sebab, tempat wisata ini melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Masyarakat juga bisa menjual hasil panen di wisata hutan pinus.
Namun, saat terjadi pandemi Covid-19 wisata hutan pinus harus ditutup sementara selama kurang lebih 7 bulan. Sehingga berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat sekitar Dusun Kragilan. Setelah Top Selfie dibuka kembali, perlahan wisata di sana bangkit kembali. Meski wisatawan yang datang tidak seramai sebelumnya. Saat ini rata-rata hanya dikunjungi 100 orang per hari.
“Salah satu misi kelompok KKN di desa ini nantinya adalah untuk membangun dan mengembangkan potensi yang ada di Top Selfie agar lebih menarik dan diminati oleh wisatawan,” ucap salah satu peserta KKN. Editor : Syahaamah Fikria