Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Skincare Dari Bahan Rempah-Rempah: Ampuh Basmi Jerawat

Damianus Bram • Minggu, 29 Mei 2022 | 19:30 WIB
Tiga mahasiswa di Kota Solo ini buat skincare dari bahan rempah-rempah. (ISTIMEWA)
Tiga mahasiswa di Kota Solo ini buat skincare dari bahan rempah-rempah. (ISTIMEWA)
SOLO - Pemakaian masker sudah menjadi kebiasaan baru. Tapi yang perlu diwaspadai, pemakaian setiap hari berpotensi munculkan jerawat. Terutama di area yang tertutup masker. Tapi tenang, tiga mahasiswa universitas di Kota Solo punya solusinya.

Selama pandemi Covid-19, cukup banyak kaum hawa yang mengeluhkan tumbuhnya jerawat di area wajah. Salah satu penyebabnya adalah, terlalu sering mengenakan masker. Jerawat ini dipicu oleh bakteri staphylococcus aureus, yang dikeluarkan dari napas. Kemudian terjebak di dalam masker.

“Bakteri itu kemudian menempel di pipi. Otomatis bikin jerawatan. Ternyata yang mengalami jerawatan semacam ini banyak sekali. Lalu kami berpikir, ada tidak ya obat jerawat dari rempah-rempah,” ujar mahasiswa D3 Farmasi salah satu universitas di Solo Putri Indah Nurani, kemarin (28/5).

Setelah melakukan riset, Putri bersama dua rekannya, Millenia Trias Puspa Rukmi dari Prodi Kimia FMIPA dan Mariyam Noor dari Prodi Farmasi FMIPA, menemukan obat dari ramuan rempah-rempah. Berupa skincare berbentuk gel, yang terbuat dari ekstrak temu kunci dan serai.

“Awalnya kami coba pakai rempah-rempah lainnya. Tapi akhirnya kami memilih temu kunci dan serai. Kami ingin mem-branding rempah-rempah itu sebagai obat jerawat. Selain biasanya digunakan untuk masakan,” imbuh Putri.

Berdasarkan jurnal yang dibaca Putri, temu kunci dan serai berkhasiat sebagai antibakteri serta antioksidan.  Putri dkk lalu menggali lebih dalam kandungan rempah-rempah tersebut. Mereka melakukan riset kandungan dari temu kunci dan serai sebagai obat jerawat, selama sebulan. Setelah terbukti berkhasiat, mereka lalu berbagi tugas. Ada yang membuat ekstraksi bahan, ada juga yang bertugas membuat gel.

Trial and error terjadi saat pembuatan gel. Tiga kali kami coba, sampai akhir berhasil. Pertama, bermasalah di bagian konsistensi. Gel-nya cair, tidak kental. Kedua, bermasalah di bagian replikasi. Saat direplikasi bentuknya tidak sama. Ketiga, baru dapat formulasi terbaik. Langsung diujikan antibakteri,” bebernya.

Tak lupa, Putri membocorkan cara membuatnya. Awalnya, siapkan temu kunci dan serai. Kemudian dipotong kecil-kecil, lalu dikeringkan. Setelah itu diekstraksi sokletasi. Tujuannya mengambil zat aktif yang berfungi sebagai antibakteri. Hingga didapatkan ekstrak berupa cairan. Cairan itu diuapkan, agar pelarut yang bukan zat aktif, menguap. Supaya mendapatkan ekstrak yang kental.

“Kemudian kami lakukan formulasi gel. Diaduk dan disimpan di kulkas selama 24 jam. Tidak ada kandungan lainnya. Karena antibakteri yang terkandung dalam zat aktif juga berfungsi sebagai pengawet,” sambungnya.

Sementara untuk mendapatkan hasil optimal, Putri menyarankan gel diaplikasikan sehari dua kali setelah mandi. Terus digunakan sampai jerawat mereda. Tapi, dua tidak bisa memastikan apakah gel-nya juga bisa memudarkan bekas jerawat atau tidak. Karena memerlukan riset lebih lanjut.

Putri mengaku terbuka untuk berkolaborasi dengan bidang keilmuan lainnya. Supaya ke depan bisa memproduk gel tersebut secara masal.

“Karena produk ini pakai bahan alami yang mudah ditemui di pasaran. Jadi skincare ini termasuk produk lokal. Bisa meningkatkan nilai ekonomis temu kunci dan serai. Harganya murah, tidak membuat kantong bolong,” bebernya. (aya/fer) Editor : Damianus Bram
#Atasi Jerawat #Skincare Dari Rempah-Rempah #skincare #Basmi Jerawat