Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

PPDB SLB di Solo Digelar Online & Offline, Daya Tampung 100 Kursi Per Jenjang

Damianus Bram • Senin, 13 Juni 2022 | 14:50 WIB
PPDB SLB SIAP: Siswa berkebutuhan khusus di salah satu SLB di Kota Solo mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
PPDB SLB SIAP: Siswa berkebutuhan khusus di salah satu SLB di Kota Solo mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. (SEPTIAN REFVINDA/RADAR SOLO)
SOLO – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah luar biasa (SLB) negeri di Kota Solo dapat dilaksanakan secara online dan offline. Rencananya memiliki daya tampung 100 kursi, dari jenjang TK-SMA SLB. Pendaftaran dapat dimulai dari 15-28 Juni mendatang.

Kasi SMA SLB Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jawa Tengan Edi Purnomo menuturkan, mekanisme pendaftaran PPDB SLB tidak menggunakan jalur sebagaimana yang digunakan pada SMA atau SMK. Sebanyak 16 SLB swasta dan satu SLB negeri dipastikan telah bersiap membuka PPDB tahun ajaran 2022 ini.

“Cukup banyak kalau sekolah SLB di Kota Surakarta, tapi memang yang negerinya hanya ada satu. SLB swasta kebanyakan disesuaikan dengan kebutuhan siswa, bisa SLB A, atau B contohnya,” ujarnya, kemarin (10/6).

Berdasarkan data PPDB tahun lalu, SLB di Solo mampu menampung semua siswa SLB. Meski statusnya swasta, Edi menegaskan pelaksanaan pendidikan tetap dalam pengawasan cabdin VII Jateng. Tak seperti PPDB reguler, PPDB SLB lebih fleksibel.

“Tidak seruwet PPDB reguler, karena jumlah siswanya juga terbatas tidak banyak. Jadi tidak begitu ada kendala. Ada banyak SLB yang bisa dimasuki siswa untuk mendapatkan pendidikan yang maksimal,” imbuhnya

Ketua PPDB SLB Negeri Surakarta Musowir menjelaskan, ada lima jenis hambatan yang dapat ditampung di SLB negeri. Mulai dari hambatan penglihatan, pendengaran, berpikir, fisik, dan autis. Adapun kuota yang disediakan yaitu 100 siswa dari jenjang TK-SMA SLB.

“Satu kelasnya itu maksimal lima siswa, jadi satu guru memegang lima siswa. Kelas SLB tidak bisa banyak-banyak rombelnya, tidak akan efektif,” ujarnya.

PPDB SLB negeri, lanjut Musowir dapat dilaksanakan secara online dan offline. Hal tersebut dilakukan, mengingat beberapa dari wali murid juga ada yang orang berkebutuhan khusus (OBK). Maka pendaftaran, dapat dilakukan secara langsung.

“Mohon maaf, memang sebagai wali murid itu ada juga yang OBK. Maka untuk memberikan pelayanan kami juga lakukan secara offline, wali murid dapat datang langsung ke sekolah untuk mendaftar,” ungkapnya.

Sebelum masuk, siswa juga menjalani asesmen terlebih dahulu dengan psikolog. Hasil tersebut, akan digunakan untuk melakukan asesmen secara pendidikan. Bagi siswa yang tidak mampu didik dan memiliki IQ di bawah 25, Musowir mengatakan akan diarahkan untuk mendaftar di balai atau yayasan khusus untuk menjalani terapi. Anak yang memiliki IQ  25 ke bawah masuk dalam kategori berat. Sedangkan bagi siswa yang memiliki IQ diatas 70 akan diarahkan untuk mendaftar ke sekolah reguler berpredikat sekolah inklusi.

“Hasil asesmen akan diketahui anak ini mampu dididik atau tidak. Anak yang tidak mampu didik dan masuk kategori mampu rawat. Maka kami akan rujuk ke balai atau panti yang mampu rawat (terapi). Karena ABK (anak berkebutuhan khusus) itu, ada yang mampu rawat ada yang mampu didik. Kalau mampu didik bisa masuk (SLB),” jelasnya.

Adapun syarat pendaftaran calon peserta didik (CPD) SLB untuk TKLB atau SDLB minimal berusia enam tahun. Memiliki fotokopi KK dan akte kelahiran. Berijazah SD/MI/SDLB, serta memiliki Surat keterangan ABK. Jadwal PPDB SLB Negeri Kota Surakarta, untuk pendaftaran dimulai 15-28 Juni. Asesmen 29-30 Juni. Pengumuman 4 Juli, daftar ulang 5-7 Juli, dan tahun ajaran baru dimulai 18 Juli mendatang. (ian/nik) Editor : Damianus Bram
#Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Wilayah VII #PPDB SLB #PPDB SLB di Solo #Daya Tampung PPDB SLB