“Sejauh ini sekolah tidak bisa membuka pendaftaran secara offline. Satu hari ini (kemarin) memang diberikan bagi siswa yang sebelumnya sudah mendaftar dan tidak diterima di sekolah negeri,” ujar Koordinator PPDB Disdik Kota Surakarta Abi Satoto, Senin (27/6)
Rekomendasi hanya dapat diberikan kepada siswa yang sebelumnya sudah memiliki akun dan mendaftar PPDB secara online. Sedangkan bagi siswa yang sebelumnya belum mendaftar dan mengikuti PPDB online maka tidak bisa.
“Jadi yang bisa itu yang sudah punya akun dan sudah mendaftar sebelumnya. Misal belum punya dan mau ikut-ikutan juga tidak bisa,” jelasnya.
Abi juga mengakui banyak sekolah yang kuota siswanya belum terpenuhi. Namun, dengan adanya rekomendasi kuota ini masih sangat mungkin untuk terpenuhi. Berdasarkan data awal kebanyakan sekolah yang masih kurang yakni sekolah yang letaknya di tengah kota. Sedangkan untuk sekolah di pinggiran semuanya sudah penuh.
“Kebanyakan memang yang di tengah-tengah kota itu. Jadi harus cermat mendaftar dan memilihnya. Kalau dari data ini memang masih banyak bangku yang kosong untuk sekolah negeri. Tapi, nanti pasti sudah terisi,” imbuhnya.
Winarsih, salah seorang wali murid yang anaknya belum mendapat sekolah juga mendatangi posko PPDB disdik. Dia ingin meminta bantuan untuk mendaftar ke sekolah negeri yang masih kosong kuotanya. Meski dia merupakan warga dalam kota, namun terlempar dari zonasi sekolah yang dipilihnya.
“Hari ini tadi (kemarin) diarahkan untuk ikut rekomendasi untuk daftar sekolah yang masih kosong. Tadi tadi dibantu petugas disdik untuk melihat sekolah mana yang masih ada kuotanya. Ada SMPN 24, SMPN 25 dan SMPN 26 yang masih ada kuota. Nanti disuruh pilih salah satu,” ucapnya. (ian/bun) Editor : Damianus Bram