Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Isi Libur Tahun Ajaran Baru: Pacu Kompetensi Guru Madrasah

Damianus Bram • Kamis, 7 Juli 2022 | 16:10 WIB
ANTUSIAS: Pelatihan ADLX Introflex Terpadu di aula Yayasan Nur Hidayah Convention Center, Senin (4/7). (ISTIMEWA)
ANTUSIAS: Pelatihan ADLX Introflex Terpadu di aula Yayasan Nur Hidayah Convention Center, Senin (4/7). (ISTIMEWA)
SOLO – Saat siswa menikmati liburan tahun ajaran baru, tidak demikian dengan guru. Terutama para guru yang tergabung dalam Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Karena selama liburan ini, mereka justru disibukkan dengan mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi.

Pelatihan digelar di aula Nur Hidayah Convention Center (NHCC), Senin-Selasa (4-5/7). Diikuti seluruh guru dari Yayasan Nur Hidayah. Baik guru jenjang PAUD hingga SMA.

“Semoga adanya desain pembelajaran ini bisa meningkatkan kualitas generasi penerus di masa mendatang,” kata Humas Yayasan Nur Hidayah Iffah Noor Hasanah, Rabu (6/7).

Pelatihan menerapkan metode ADLX Introflex Terpadu. ADLX kepanjangan dari active, deep, learner, and experience. Kemudian Introflex merupakan singkatan dari individualisasi, interaksi, observasi, refleksi (Introflex). Sedangkan Terpadu maksudnya, internalisasi nilai Islami di setiap materinya.

Desain pembelajaran tersebut merupakan hasil inovasi Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia. Melalui metode ini, para guru dilatih menjadi pendidik yang profesional. Membentuk guru menjadi ahsanu amala (insan yang bermutu).

“Melalui pelatihan ini, guru diharapkan bisa fokus dalam mengembangkan kreativitas dalam mengajar,” sambung Ketua Bidang Pendidikan, Yayasan Nur Hidayah Anis Tanwir Hadi.

Wakil Ketua Umum Bidang PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) JSIT Indonesia Shintawati menambahkan, guru harus menerapkan metode Introflex. Harus memahami keunikan masing-masing siswa (individualisasi), melakukan interaksi aktif, menciptakan peluang agar siswa mengamati materi ajar (observasi), serta melatih siswa untuk menyimpulkan materi di akhir pembelajaran (refleksi).

“Jika guru sudah melakukan poin-poin Introflex tadi, insya Allah akan membentuk siswa yang ADLX. Siswa yang aktif mengambil peran (active), berpikir kritis dan mendalam (deep), suka belajar hal baru (learner), serta memiliki pengalaman belajar yang berkesan (experience),” urai Shinta.

Selain teori, para guru yang tergabung dalam Yayasan Nur Hidayah juga mengikuti praktik peningkatan pembelajaran paradigma baru. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Pada kesempatan ini, Shinta mengampu kelompok guru SD, SMP, dan SMA. Sedangkan kelompok guru PAUD diampu Bidang PAUD/TK JSIT Indonesia Ita Yusnita.

Dua kelompok tadi dibagi lagi dalam kelompok-kelompok kecil. Sesi praktik berlangsung seru dan disambut antusias dari para peserta. Sesekali disisipi ice breaking, yang semakin menambah keseruan acara. (ian/fer) Editor : Damianus Bram
#Yayasan Nur Hidayah Surakarta #Guru Madrasah #tahun ajaran baru #ADLX Introflex Terpadu #Kompetensi Guru Madrasah