Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Karena Minim Siswa, Pemkot Surakarta Bakal Regrouping 28 SD Negeri

Damianus Bram • Kamis, 14 Juli 2022 | 14:30 WIB
KRISIS SISWA: Suasana kegiatan belajar mengajar kelas I SDN Sriwedari yang hanya memiliki satu siswa baru. Sejumlah sekolah swasta di Kota Solo juga mengalami krisis siswa. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
KRISIS SISWA: Suasana kegiatan belajar mengajar kelas I SDN Sriwedari yang hanya memiliki satu siswa baru. Sejumlah sekolah swasta di Kota Solo juga mengalami krisis siswa. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SOLO – Sejumlah SD negeri di Kota Solo kesulitas memenuhi kuota, dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023. Mengatasi kendala tersebut, Pemkot Surakarta berniat me-regrouping sekolah-sekolah itu. Akan dilakukan secara bertahap, dalam kurun waktu tertentu.

“Akan kami tindak lanjuti. Tenang saja. Rencananya tahun depan (regrouping). Sambil jalan, sekolah-sekolah yang sepi peminat akan kami tindak lanjuti,” kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di balai kota, Rabu (13/7).

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta, ada 152 SD negeri dan 92 SD swasta yang minim peminat. Dari jumlah tersebut, 28 SD negeri kekurangan siswa. Ironisnya, beberapa hanya memiliki siswa baru kurang dari 10 anak. “Ini prioritas dinas pendidikan tahun depan,” imbuh Gibran.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Surakarta Heri Mulyono mengaku sedang memetakan sekolah yang minim peminat. Salah satunya SDN Sriwedari, yang hanya memiliki satu siswa baru. Termasuk SD negeri lainnya yang juga kekurangan siswa.

Regrouping itu perlu proses. Tidak bisa dilakukan serta merta, langsung hari ini. Karena perlu kajian dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, SDN 12 Ketelan hanya diisi empat siswa baru. Kemudian SDN Cinderejo dan SDN Kabangan 55, masing-masing hanya diisi sembilan siswa. Lalu SDN Dawung hanya tujuh siswa, SDN Dukuhan Kerten hanya 15 siswa dari dua rombongan belajar (rombel), serta SDN Kerten II hanya empat siswa.

“Terutama SDN Sriwedari yang siswanya hanya satu. Sasaran selanjutnya SDN Ketelan dan SDN Kerten. Kami petakan dan rampungkan administrasinya. Termasuk administrasi bantuan operasional sekolah (BOS), harus diselesaikan dulu. Biar saat pindah, BOS-nya tidak hilang. Kemudian jumlah gurunya juga ditata,” urai Heri. (ves/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#Dinas Pendidikan Kota Surakarta #Regrouping Sekolah #SDN Sriwedari #SD Minim Siswa #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka #Regrouping SD Negeri