Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdik Kota Surakarta Abi Satoto menjelaskan, serapan tersebut tergolong masih kecil. Dia berharap agar sekolah ikut turun tangan. Membantu mempercepat penyerapan BPMKS.
“(Penyaluran BPMKS) ini masih jalan terus. Ada beberapa yang saldo dana BPMKS yang masih banyak. Itu yang masih banyak, kami arahkan untuk segera mencairkan,” kata Abi, kemarin (25/8).
Beberapa faktor yang menghambat pencairan BPMKS, menurut Abi, yakni siswa yang terlanjur lulus di tahun ajaran 2021/2022. Kondisi tersebut membuat satuan pendidikan sedikit kesulitan dalam mengarahkan siswa, untuk segera mencairkan BPMKS.
“BPMKS ini kan datanya dari dinsos (dinas sosial). Jadi ada beberapa yang tercatat sudah lulus SD dan SMP. Terkadang siswa yang sudah lulus ini tidak tahu, kalau mereka masih mendapat bantuan. Ini yang membuat pencairan BPMKS sedikit lambat,” imbuhnya.
Koordinator BPMKS Disdik Kota Surakarta Tarno menambahkan, jadwal penyaluran tahun ini agak molor dari rencana awal. Salah satu kendalanya, karena penyempurnaan aplikasi sistem BPMKS.
“Itu yang menjadikan penyaluran BPKMS agak terlambat. Tapi sekarang sudah selesai,” urainya.
Tarno menjabarkan, penyempurnaan menyasar penambahan fitur untuk mempermudah penyaluran BPMKS. Pada fitur baru ini, satuan pendidikan bisa memantau langsung barang apa saja yang dibelanjakan siswa. Termasuk saldo yang dimiliki siswa bersangkutan.
“Jadi dengan fitur baru ini, sekolah dapat mengetahui siapa saja siswa yang belum membelanjakan uangnya. Maka dengan demikian, guru atau petugas BPMKS sekolah, dapat segera mendorong siswa untuk membelanjakan uangnya,” jelasnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram