Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Disdik Kota Surakarta: Bagi PAUD Tak Ada Alasan Tolak ABK

Damianus Bram • Sabtu, 10 September 2022 | 15:10 WIB
KESETARAAN: Guru PLDPI Kota Surakarta mengajar salah seorang siswa ABK. (SEPTIAN REVINDA/RADAR SOLO)
KESETARAAN: Guru PLDPI Kota Surakarta mengajar salah seorang siswa ABK. (SEPTIAN REVINDA/RADAR SOLO)
SOLO – Setiap sekolah diwajibkan menyediakan minimal satu kelas bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Khusus bagi jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), dilarang menolak siswa ABK.

Sebanyak 587 PAUD di Kota Surakarta hanya sekitar 30 sekolah yang tercatat sebagai sekolah inklusi. Meski demikian, Kepala Bidang PAUD Kota Surakarta Galuh Murya Widyawati mengatakan, semua sekolah PAUD harus siap menerima siswa ABK.

”Kami tegaskan pada seluruh kepala PAUD bahwa dilarang kelas untuk menolak anak ABK dengan alasan apapun. Jika tidak ada guru yang berkompeten, konsekuensinya guru ya harus belajar,” ujarnya.

Walaupun kenyataannya, lanjut Galuh, penyelenggaraan pendidikan inklusi di Kota Surakarta masih terkendala minimnya pengajar khusus. Karena setiap siswa di dalamnya mempunyai keistimewaan. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi harus menerapkan manajemen berbasis sekolah. Selain itu, kurikulum yang digunakan harus sesuai kebutuhan peserta didik.

”Rata-rata PAUD di Surakarta telah menerima 21 sampai 45 siswa ABK di sekolah. Tingkatan kebutuhan siswa juga beragam, mayoritas yang masuk adalah anak dengan disabilitas ringan,” imbuhnya.

Sekolah dapat mengajukan bimbingan teknis (bimtek) bagi guru pendamping. Bimtek akan dilakukan oleh Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) Kota Surakarta. Maka, galuh penegasan tidak ada alasan lagi bagi PAUD untuk menolak ABK.

”Hanya di PAUD yang tidak ada sekolah kesetaraannya. Jika orang tua melewatkan momen gold age anak saat usia dini, maka tidak akan bisa diulang. Berbeda dengan SMP dan SMA yang ada sekolah kesetaraan untuk mengejar ketertinggalan,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Humas PLDPI Solo Syarifudin Amrullah mengatakan, PLDPI Surakarta senantiasa membuka kesempatan bagi seluruh guru sekolah di Surakarta untuk belajar menjadi guru pendamping. Para guru dapat belajar bagaimana cara menangani siswa dengan kebutuhan khusus.

”PLDPI juga telah bekerja sama dengan para ahli baik dari nasional maupun internasional di bidang penangan anak disabilitas. Kami selalu membuka kesempatan bagi para guru untuk belajar bagaimana cara menangani anak disabilitas di sekolah,” jelasnya.

Pelatihan guru pendamping bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Diharapkan dengan adanya pelatihan guru pembimbing anak kebutuhan khusus dapat membuat mereka meningkatkan potensi yang dimiliki. Minimal guru bisa mengenali karakteristik setiap anak didiknya dan dapat mengembangkan model pendekatan serta metode pembelajaran yang tepat.

”Kami juga menggandeng para akademisi dan para ahli dibidangnya untuk memberikan pelatihan bagi para guru. Agar hak anak dalam belajar bisa terpenuhi secara maksimal,” tandasnya. (ian/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Anak Berkebutuhan Khusus #abk #Dinas Pendidikan Kota Surakarta #PAUD di Solo #Siswa ABK #PAUD terima ABK