Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menuturkan, dana tersebut berbeda dengan dana yang akan digunakan untuk operasional pendidikan SKO. Dana Rp 5 miliar hanya digunakan untuk rehabilitasi ataupun membangun gedung SKO.
“Anggarannya (operasional pendidikan SKO, Red) masih kami bahas. Jadi angkanya belum pasti. Segera akan diputuskan, karena tahun depan sudah mulai operasional pendidikannya,” ujar Haris, Selasa (10/4).
Dana operasional SKO akan dianggarkan dari dokumen pelaksana anggaran (DPA) APBD 2023. Sesuai dengan jadwal operasi sekolah yang akan mulai dibuka pada tahun ajaran baru Juli 2023. Kerja sama juga kan dilakukan antara dinas pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta.
“Termasuk nanti juga ada sharing dana dari dispora. Mungkin juga akan menganggarkan ke sana nantinya. Kalau dinas pendidikan hanya dari dana operasionalnya saja,” imbuhnya.
Sementara itu untuk tenaga kependidikan yang akan mengajar di SKO, disdik sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surakarta. Pada tahap awal, dinas mengusulkan 15 tenaga kependidikan termasuk kepala sekolah dan tenaga teknis untuk SKO.
“Yang penting ada tenaga pendidikanya dulu. Apalagi yang muda-muda itu masih fresh dan semangat. Sementara nanti hanya ada satu guru untuk setiap mata pelajaran, karena kelasnya juga masih kecil. Terkait teknisnya nanti mau diambilkan dari TKPK (tenaga kontrak dengan perjanjian kerja) atau membuka rekrutmen, itu wewenang BKPSDM,” tandasnya.
Perlu diketahui, SKO akan dibangun di bekas lahan dan bangunan SMPN 5 dan SMPN 3 Kota Surakarta. SKO akan berdiri di atas tanah seluas 10.000 hektare. Rencana SKO untuk jenjang SMA juga akan dibangun di tempat yang sama dengan jenjang SKO SMP. Pada tahun 2023 SKO jenjang SMP akan membuka dua kelas dengan maksimal rombel 32 siswa. Sedangkan khusus SMA tidak ditangani pemkot karena menjadi wewenang Pemprov Jateng. (ian/bun/dam)
Sekolah Khusus Olahraga
Lokasi
- Eks bangunan SMPN 5 dan SMPN 3 Kota Surakarta
Luas tanah
- 10.000 hektare
Fungsional
- Untuk jenjang SMP dan SMA
Mulai Dibuka
- Tahun pelajaran 2023/2024
Kapasitas
- 32 siswa
Tenaga Pendidik
- 15 Orang
Dana Pembangunan
- Rp 5 miliar
Sumber: Dinas Pendidikan Kota Surakarta Editor : Damianus Bram