Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Terkait Keterbatasan Pengelolaan BOS: Sekolah Swasta Lebih Inovatif Dibandingkan Negeri

Damianus Bram • Senin, 14 November 2022 | 14:50 WIB
TAK TAKUT KOTOR: Siswa SDIT Nur Hidayah membuat jamu tradisional dalam proses belajar mengajar di sekolah setempat belum lama ini. (SDIT NUR HIDAYAH FOR RADAR SOLO)
TAK TAKUT KOTOR: Siswa SDIT Nur Hidayah membuat jamu tradisional dalam proses belajar mengajar di sekolah setempat belum lama ini. (SDIT NUR HIDAYAH FOR RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Sekolah swasta memiliki kelonggaran dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. Swasta dapat menggunakan 50 persen dari dana BOS untuk gaji guru honorer. Sedangkan untuk sekolah negeri, khususnya di Kota Solo ternyata tidak diperkenankan. Pengelolaan dana BOS, sekolah swasta juga jauh lebih fleksibel dibandingkan dengan sekolah negeri.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta Abi Satoto mengatakan, kelancaran penyaluran dana BOS ditentukan oleh peran serta sekolah penerima. Syarat penyaluran tahap pertama, sekolah telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahap kedua pada 2021, lewat aplikasi BOS. Sekolah wajib melakukan sinkronisasi dapodik, sesuai dengan ketentuan dan batas waktu yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek.

”Memang untuk pengelolaan BOS sekolah negeri dan swasta berbeda. Kalau untuk sekolah negeri harus melewati dinas pendidikan dulu untuk rencana kegiatan dan anggaran sekolahnya. Kalau sudah disetujui baru sekolah boleh menggunakan dana BOS tersebut,” ungkapnya.

Berbeda dengan sekolah swasta yang lebih fleksibel. Sekolah swasta dapat menggunakan dana BOS reguler yang didapatkannya tanpa melalui pemeriksaan dinas pendidikan. Secara pendanaan sekolah swasta juga mendapatkan dukungan penuh dari orang tua siswa. Maka tidak mungkin secara fasilitas juga jauh lebih unggul.

“Kalau swasta memang boleh menarik uang dari orang tua siswa untuk berbagai kegiatan siswa, asalkan bisa dipertanggung jawabkan. Itu memang diperkenankan untuk swasta karena mereka yang mengelola dan membiayai operasional sekolah mereka secara mandiri,” imbuhnya.

Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah Nugraheni Triastuti mengatakan, sekolah Islam terpadu (SIT) di bawah naungan JSIT Indonesia bisa lebih aktif lagi mendukung dan mengikuti program dari pemerintah. Diantaranya program sekolah penggerak, guru penggerak, mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, Asesmen Nasional (AN), dan lain sebagainya.

"Kami melihat sekolah-sekolah Islam terpadu aktif mengikuti program dari pemerintah. Kami terus mendorong agar semua sekolah bisa segera beradaptasi sesuai dengan perkembangan yang ada. Sekarang eranya merdeka belajar. Semua platform disediakan agar sekolah belajar mandiri dan berkolaborasi, serta saling menginspirasi," ucap Nugraheni.

Nugraheni juga menganggap bahwa SIT bisa lebih inovatif ketimbang sekolah negeri. Dikarenakan sekolah negeri terbatas hanya memanfaatkan dana BOS, sedangkan di sekolah swasta mendapatkan dukungan penuh dari orang tua siswa. Maka tidak dipungkiri kegiatan di SIT sangat bervariatif.

"Ya, kami yakin sekolah islam terpadu bisa lebih inovatif ketimbang sekolah negeri. Kenapa?, karena negeri terbatas dananya dari BOS. Sedangkan sekolah swasta juga mendapat dukungan dari masyarakat atau orang tua siswa. Yang mereka inginkan anak-anaknya kreatif dan menjadi generasi yang berkarakter," tambahnya.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah Zaenal Abidin menambahkan, dengan adanya jalinan kerja sama antara JSIT Indonesia dengan BBPMP yang dulu LPMP Jateng, JSIT berharap dapat lebih berkembangan dan maju. Dia mengungkapkan JSIT Indonesia sering bekerja sama dengan pemerintah dalam hal pelatihan guru maupun sekolah.  Bahkan pelaksanaan juga di ruang-ruang kelas atau pelatihan yang disediakan di BBPMP.

"Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. JSIT Indonesia sering ngrepoti BBPMP Jateng dalam pelatihan guru dan kepala sekolah SIT. Mohon terus bimbingannya dan semoga kerja sama yang terjalin akan terus berlanjut. Saling berkolaborasi dan menginspirasi," pungkas Zaenal Abidin. (ian/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Dinas Pendidikan Kota Surakarta #dana bos #bos #sekolah swasta #sekolah negeri #bantuan operasional sekolah