Sebelumnya, guru kelas IV SDN Mangkuyudan berinisial NS dilaporkan oleh PBI. Guru tersebut diduga mencubit buah hatinya yang merupakan siswa di sekolah setempat. Tidak hanya itu, PBI juga melaporkan seorang siswa lainnya dan penjaga sekolah.
NS tidak menyangka tindakannya menegur siswanya di dalam kelas itu, berujung surat panggilan ke Mapolresta Solo. Dia mengaku, awalnya siswa bersangkutan pada saat jam pembelajaran membuat sedikit kegaduhan dengan mematikan laptop. Kemudian dia menegur dengan sedikit menampik tangan siswa itu.
“Sekarang sudah damai. Anaknya sudah kembali sekolah. Orang tuanya juga sudah baik dengan sekolah,” ujar NS, Senin (26/12).
Saat dimintai konfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Abdul Haris Alamsah membenarkan kasus tersebut berujung damai. Melalui mediasi sesuai arahan jajaran Polresta Solo.
“Kasusnya mungkin hanya sedikit salah paham saja. Kasihan juga nanti siswa dan gurunya kalau diperpanjang. Karena mereka juga baik-baik saja sebenarnya. Mungkin karena orang tua siswa yang terlalu khawatir,” ungkap Haris.
Disdik berharap, ke depan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk mengedepankan perilaku sabar. Terutama dalama menghadapi setuasi, di mana siswanya berperilaku kurang mengenakkan. Karena bagaimana pun, guru adalah pendidik yang membentuk anak menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kasus ini karena kurang harmonisnya hubungan antara orang tua, guru, dan sekolah. Ke depan kami akan lebih meningkatkan hubungan tersebut. Tidak sekadar ada paguyuban orang tua di sekolah,” bebernya. (ian/fer/ria)
Editor : Syahaamah Fikria