Arahan ini sesuai dengan permintaan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. Dia mengaku anak-anak masih minim pengetahuannya soal HUT Kota Surakarta.
“Tanggal 17 (Februari) nanti, petugas dan peserta upacaranya anak-anak kecil semua ya. Ini khusus anak-anak. Karena anak-anak itu tidak tahu ultahnya Solo kapan lho. Makanya harus ikut ulang tahun,” ungkap Gibran, belum lama ini.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Abi Satoto membenarkan arahan tersebut. Dia mengaku seluruh petugas dan peserta upacara akan melibatkan ratusan siswa SD dan SMP. Khusus petugas upacara, akan dipilih perwakilan dari masing-masing sekolah.
“Sebenarnya tidak hanya SD dan SMP. Kami juga melibatkan SLB negeri sebagai petugas upacara di Peringatan HUT Ke-275 Kutha Sala nanti,” ungkapnya.
Sebelum bertugas, para pelajar terpilih akan menjalani gladi kotor di Solo Safari Zoo, hari ini. Kemudian disusul gladi bersih, Rabu besok (15/2). Terkait siapa saja yang terpilih, Abi menyebut perwakilan dari SLBN dan SMP IT Nur Hidayah Surakarta. Termasuk SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 4 Surakarta. Serta SDN Kleco 2, SDN Cemara Dua, SDN Sondakan, SDN 15, dan SDN 16 Surakarta.
“Rencananya akan diambil beberapa perwakilan dari masing-masing sekolah. Kepastian siapa saja yang akan diambil, nanti saat gladi kotor,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SDN Cemara Dua Surakarta Eni Idayati mengaku sudah disosialisasi terkait hal ini. Diimbau mengikutkan siswanya untuk Upacara HUT Ke-278 Kutha Sala. Berbagi persiapan dilakukan, mulai dari fisik hingga latihan upacara.
“Kami mengirim dua siswa yang akan menjadi petugas upacara bendera. Persiapannya sudah ada jadwal khusus untuk latihan dari dinas pendidikan,” paparnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram