Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar lewat jalur SNBP, diimbau segera registrasi akun. Karena registrasi akan ditutup sore ini pukul 15.00 WIB. Caranya, cukup membuka akun media sosial SNPMB, kemudian mengisi seluruh data tanpa ada yang kosong.
Jika ada yang terlanjur menyimpan data secara permanen, namun data yang dicantumkan ada yang kosong, masih diberi kesempatan melengkapinya. Hingga batas waktu penutupan registrasi akun tersebut. Terkait pendaftaran SNBP, sudah dibuka mulai 14-28 Februari.
“Ini (kemarin) hari pertama pendaftaran SNBP. Kami berharap para orang tua maupun guru, ikut mendampingi putra-putrinya saat pendaftaran. Supaya dapat memilih jalur program studi (prodi), sesuai peminatan masing-masing anak,” terang Ketua Pelaksana Eksekutif SNPMB 2023 Budi Prasetya Widyobroto, di sela sosialisasi di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kemarin (14/2/2023).
Sosialisasi menghadirkan tiga narasumber. Selain Budi, juga Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS Ahmad Yunus. Serta Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SPMB UNS Hadiwiyono. Membahas tiga jalur masuk PTN, yakni SNBP, seleksi nasional berbasis tes (SNBT), serta seleksi mandiri (SM).
“Jalur SNBP ini fokus pada pemberian penghargaan. Atas kesuksesan selama menempuh pembelajaran yang menyeluruh di pendidikan menengah (SMA/SMK sederajat),” imbuhnya.
Selain itu, SNPMB juga mencakup jalur SNBT. Skema baru sekarang, hanya ada tes potensi skolastik (TPS). Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang memberlakukan TPS dan tes potensi akademik (TPA) sebagai pertimbangan skor. Termasuk tidak lagi membedakan penjurusan IPA maupun IPS.
TPS menguji calon mahasiswa, terkait kompetensi berpikir dan penalaran. Isi dari ujian tulis berbasis komputer (UTBK) nantinya, berupa tujuh sub-tes. Di mana lima di antaranya menguji penalaran, sedangkan dua lainnya melatih literasi.
“Tesnya tidak lagi tentang mata pelajaran, tapi skolastik yang mengukur empat hal. Mulai dari potensi kognitif, penalaran matematika, serta literasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sementara jalur seleksi mandiri, diserahkan ke masing-masing universitas,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Surakarta Yusmar Setyobudi menyebut para guru mulai menyiapkan siswa untuk mematangkan kompetensinya. Proses pembelajaran mulai diarahkan pada materi skolastik. Harapannya, dapat meningkatkan kemampuan penalaran siswa. Supaya lebih matang menghadapi SNBT.
“Sesuai arahan Kemendikbudristek, guru SMA sudah harus bersiap dengan perubahan SNPMB. Termasuk memperdalam materi skolastik,” ujarnya.
Waka Kurikulum SMAN 7 Surakarta Aniek Windrayani menambahkan, terus mendorong peningkatan kompetensi guru lewat berbagai pelatihan. “Guru tentu harus bekerja lebih keras, untuk memahami dan mengimplementasikan pembelajaran skolastik,” bebernya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram