Penanganan yang pas bisa mendukung perkembangan fisik, emosional, dan sosial sang anak yang berjalan dengan baik kepada anak kembar. Salah satunya dengan lebih mengenali dan paham keunikan dari karakter masing-masing anak kembar.
“Pahami bahwa setiap anak itu unik. Mereka memiliki kekhasan masing-masing dalam tumbuh kembangnya. Ini konsep dasar yang harus dipahami orang tua. Dengan memahami konsep unik ini, maka orang tua dapat memahami kebutuhan masing-masing anak,” ucap Kaprodi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Anayanti Rahmawati, Jumat (24/2/2023).
Begitu juga pada anak kembar, Ana menjelaskan, sekalipun secara fisik anak kembar relatif sama, tetapi untuk kebutuhannya dimungkinkan tidak sama. Sedangkan untuk pola asuh pada anak kembar pada dasarnya sama dengan anak lainnya. Orang tua tetap harus memberikan kasih sayang yang cukup dan seimbang kepada anak kembarnya.
“Tetapi jika masing-masing anak memiliki kebutuhan tertentu, maka orang tua juga harus peka dan peduli akan keunikannya. Jadi meskipun memberikan perlakuan dan pola asuh yang sama, namun jika anak membutuhkan perlakuan khusus, maka tidak apa-apa dilakukan. Tidak harus semuanya sama,” ucap Ana.
Ana menekankan, terkait pola asuh pada anak kembar intinya adalah tetap memberikan perlakuan yang sama tanpa pilih kasih. Namun perlu disadari kebutuhan unik dari masing-masing anak. Tidak selalu harus benar-benar sama mulai dari penggunaan pakaian, hingga mainan.
Menurutnya, orang tua bisa memakaikan atribut yang berbeda, sehingga tidak harus sama. Tetapi dikarenakan anak kembar memiliki tahap perkembangan dan hidup dalam pengasuhan yang sama maka seringkali minat dan kesukaannya juga relatif sama juga.
“Misalnya ketika menonton film kartun yang sama di TV, dikarenakan kembar maka ketika dibelikan baju bergambar kartun tersebut, mereka antusias berebut ingin memakainya. Wajar kan, karena tontonan mereka sama. Pada kasus demikian, maka memang sebaiknya orang tua memberikan baju yang sama,” jelasnya.
Ana menekankan, mengasuh anak kembar sebenarnya sama dengan anak lainnya. Artinya perlakuan yang harus diberikan orang tua pada masing-masing anak seperti diberikan pada anak yang tidak kembar. Kebutuhan anak kembar sama dengan anak-anak lain pada umumnya.
“Tetapi yang menjadikan anak kembar istimewa adalah pada saat yang sama, orang tua harus mengasuh dua anak yang memiliki kebutuhan dan tahap perkembangan yang sama. Orang tua memiliki tugas istimewa, karena harus memperhatikan kebutuhan dua anak dalam satu waktu yang sama. Kesabaran cukup penting dilakukan,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu ibu yang memiliki anak kembar identik adalah Endah Budi Karyati, 34, asal Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. Pada Juni 2020, dia dikaruniai anak kembar bernama Dzakira Fadhilah Purnama, dan Dzakiyya Fadhilah Purnama. Kini berusia 2,5 tahun.
“Anak kembar ini sebenarnya anak kedua, jadi dibutuhkan tenaga yang ekstra untuk mengurusi ketiga anak sekaligus. Hingga akhirnya berbagai tugas dengan suami untuk pengasuhan. Saya fokus untuk mengasuh anak kembar,” ucap Endah.
Dalam mengasuh, dia mengenali dan mencoba dari karakter masing-masing anak kembar. Begitu juga dengan kebutuhannya yang sampai saat ini masih sama. Mulai dari pakaian, hingga mainan yang diusahakan seragam. Hal itu diterapkan Endah agar tidak menimbulkan kecemburuan di antara mereka berdua.
“Terkadang mereka juga saling berebut mainan yang sama. Tetapi setelah diberikan pengertian untuk bisa dimainkan secara bersama, mereka akhirnya paham. Memang untuk mengasuh anak kembar harus memahami karakter dari masing-masing dulu meski secara fisik sama,” pungkasnya. (ren/nik/dam) Editor : Damianus Bram