Sesi haru dan bangga dilewati dengan sesi uji hafalan para siswa. Per kategori hafalan dipersilahkan naik ke panggung, kemudian dilakukannya panggilan secara acak melalui gulungan kertas berisikan nama, yang diambil random oleh para hadirin.
“Ketercapaiannya luar bisa, anak-anak sangat antusias selama proses hafalan berlangsung dan hasilnya pun setiap kelas mematok target. Alhamdulilah anak-anak melampaui target tersebut. Pastinya kami berterima kasih pada wali murid yang selalu mendampingi dan mensupport anaknya," ujar Kepala SD Muhammadiyah Plus Malangjiwan Rohman dalam sambutannya.
Wisuda tahfiz dan iqra menjadi acara rutin setiap tahunnya, daurah dan setoran berlangsung selama 2 bulan.
Salah seorang peserta tahfiz Queensha Azalia Zhafif menjelaskan, selama proses ujian dia sempat merasa gugup dan cemas. Mengingat ini disaksikan langsung oleh tamu undangan dan orang tua wali murid. Namun dia akhirnya bisa merasa bangga dengan pencapaian yang telah didapatkan.
"Senang dan bangga apalagi bisa turut membahagiakan orang tua, dan Alhamdulillah orang tua memberi support penuh," ujar Queensha.
Hayu Megawati, 36, salah seorang wali murid wisudawan mengaku, anaknya memang memiliki ketertarikan menghafalkan Alquran.
"Semoga bisa istiqomah hafalannya dan bisa melanjutkan hafalan ke juz selanjutnya," jelas Hayu
Sementara itu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sholeh, memaparkan pihaknya sangat mengapresiasi adanya acara wisuda ini. Kedepannya kegiatan semacam ini akan menjadi program baru bagi Pemerintah Colomadu. Program tersebut berupa satu desa, satu hafiz. Ini juga akan didukung penuh Pemerintah Karanganyar. Yakni dengan memberikan beasiswa kepada siswa yang ingin menjadi hafiz.
"Acara sudah bagus dan kami mengapresiasi. Sekolah Muhammadiyah diajarkan program tahfiz yang hasilnya pun sangat memuaskan dan melampaui target, " jelas Sholeh.
Sholeh berharap para wisudawan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Utamanya ke sekolah yang memiliki program tahfiz, salah satunya adalah SMP Muhammadiyah 7 Colomadu.
Dalam Muhammadiyah, hafalan Alquran adalah ekstrakurikuler semi wajib yang termasuk ciri khusus dalam Muhammadiyah. Sama halnya dengan kemuhammadiyahan, keislaman, dan bahasa Arab. Setelah siswa lulus dan sudah mencapai target hafalan, kemudian dikelompokkan ke dalam tiga predikat. Disesuaikan dengan hasil penilaian hafalan mereka. Yang pertama ada jayyid, jayyid jiddan dan mumtaz. (mg2/mg4/nik) Editor : Damianus Bram