Metode ini dengan sistem tanda baca yang mengacu pada terbitan Mujamma’ Malik Fahd Nabawiyyah. Yakni huruf Alquran yang berstandar internasional yang menjadi rujukan ulama dunia dan sudah menjadi kesepakatan mahdzab, tetapi diurutkan dengan susunan yang memudahkan untuk mempelajari ilmu tajwid.
”Metode pembelajaran Alquran merupakan suatu cara dan langkah dalam mempelajari Alquran melalui proses komunikasi antara peserta didik dengan pendidik yang disusun secara sistematis,” kata Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Sri Sayekti, kemarin.
Kelebihan Metode Al-Husna di antaranya mudah, cepat, praktis, tepat. Serta dapat digunakan semua usia, mulai balita hingga manula. Selain itu menggunakan teknik scanning-story-saying, susunan sistematik dan aplikatif. Sayekti juga menyebut, ada bermacam-macam metode pembelajaran Alquran di antaranya, metode Al-Mahir, metode Qira'ati, metode Iqra', dan metode Al-Husna, dan lain-lain.
”Prinsip-prinsip metode Al-Husna yaitu mudah, menyenangkan, tartil yang optimal. Strategi pembelajarannya ada empat, yakni tingkat Qur'an dasar, tingkat Tilawah Juz'i, Tahsin Qiraah, tingkat Talaqqi,” tandasnya. (ian/adi) Editor : Damianus Bram