Mereka mengelola sebidang tanah desa yang cukup luas untuk dijadikan lahan perikanan, peternakan, dan perkebunan yang membudidayakan beragam buah dan sayur. Di antaranya markisa dan pepaya.
Markisa memiliki aroma buah khas dengan rasa manis. Selain itu, juga kaya antioksidan berupa karotenoid, polifenol dan vitamin C yang dapat melindungi tubuh dari radikal bebas.
Markisa juga mengandung senyawa fitokimia antara lain pectin, passiflorine, harmin, harman, harmol, harmalin, carotenoid, vitexin, isovitexin, dan chrysin.
Sedangkan pepaya juga kaya akan antioksidan, B-karoten, vitamin C, dan flavanoid. Buah pepaya matang mengandung B-karoten (276 ug/100g). B-karoten merupakan provitamin A sekaligus antioksidan yang sangat ampuh untuk menangkal serangan radikal bebas.
Buah markisa dan pepaya selain dapat dikonsumsi secara langsung, juga dapat diolah menjadi produk pangan fungsional berupa bentuk sediaan minuman jelly.
Jelly merupakan produk minuman berbentuk gel yang dibuat dari pektin, agar, karagenan, gelatin, atau senyawa hidrokoloid lainnya dengan penambahan gula, asam dan atau tanpa bahan tambahan lain yang diizinkan.
Minuman jelly banyak disukai semua kalangan. Karakteristik minuman jelly yang baik yaitu mempunyai tekstur yang lembut, mudah hancur saat dikonsumsi menggunakan bantuan sedotan, tetapi bentuk gelnya masih terasa di mulut.
Kegiatan pengolahan minuman jelly dari bahan buah markisa dan pepaya oleh mahasiswa bersama dosen Stikes Nasional ini diselenggarakan, Kamis (16/3/2023).
Pada kegiatan ini, tim mahasiswa memperagakan cara pengolahan minuman jelly dari buah markisa dan pepaya. Kemudian dilanjutkan penjelasan terkait pengolahan dan manfaatnya bagi kesehatan oleh Dr. apt. Iwan Setiawan selaku ketua dosen pembimbing PKM Mitra Kerja dengan materi “Pelatihan Pengolahan Pasca Panen Markisa dan Pepaya”.
Dilanjutkan penyuluhan oleh dosen Stikes Nasional Surakarta Muhammad Saiful Amin bertema “Edukasi DM dan Pegaturan Pola Makan Selama Menjalani Ibadan Puasa Ramadhan”.
Kemudian sharing materi KWT oleh iti Rochayati. Kegiatan ini bertujuan mengetahui kualitas dan kinerja dari lulusan S1 Farmasi serta masukan masyarakat selaku perwakilan pengguna lulusan kepada program studi agar bisa menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Hadir dalam kegiatan tersebut dosen pembimbing PKM Mitra Kerja Muhammad Saiful Amin, Carik sekaligus ketua KWT Desa Wirun Siti Rochayati.
Manfaat dari kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui pengolahan buah markisa dan papaya agar lebih bernilai ekonomi. (*/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono