Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Anak Usia Dini Rutin Ikut Lomba: Antisipasi, Jangan Sampai Anak Merasa Kecewa

Damianus Bram • Minggu, 9 April 2023 | 20:00 WIB
HAPPY: Anak-anak TK tengah mengikuti sebuah lomba ketangkasan.
HAPPY: Anak-anak TK tengah mengikuti sebuah lomba ketangkasan.
RADARSOLO.COM - Perlombaan untuk anak usia dini memang bagus untuk meningkatkan skill perkembangannya, namun orang tua harus antisipasi juga sisi psikisnya. Salah satunya adalah harus bisa menjaga perasaannya sang buah hati, khususnya ketika mereka mendapatkan kegagalan dalam sebuah perlombaan.

Akhir-akhir ini memang marak kegiatan lomba digelar, yang dikhususkan untuk anak usia dini. Seperti lomba menggambar, mewarnai, menyanyi, modeling dan sebagainya. Sejumlah perlombaan tersebut kesannya baik untuk perkembangan anak.

Dosen Pendidikan Anak Usia Dini Universitas IKIP Veteran Semarang Nurlia Yusniar menyampaikan, banyak  hal positif dan negatif ketika anak usia dini mengikuti kompetisi dan perlombaan.

Pada usia tersebut, anak berkembang dengan rasa bahagia. Kekecewaan pada anak usia dini wajar sejatinya, namun jika tekanannya besar dia rasakan malah bisa mempengaruhi perkembangan mentalnya.

”Sebenarnya dampak negatif tidak banyak, tergantung dari cara orang tua mengasuhnya. Jika anak ikut lomba sejak dini, maka akan lebih kenal dengan kompetisi. Lantas jika kalah anak tahu rasanya kecewa lebih dulu di usianya,” terangnya.

Menurut Lia, anak usia dini harus dilalui dengan rasa senang dan gembira dalam melakukan berbagai kegiatan, termasuk ikut lomba. Imbas jika salah memberikan pengasuhan, anak bisa menjadi paranoid karena merasa kecewa di usia dini. Itu terjadi seperti belum bisa menerima arti sebuah kekalahan.

Ketika anak usia dini punya rasa kecewa, lantas orang tua tidak bisa memberikan pengendalian dan memberikan pengertian ke anak. Maka akan berdampak pada anak tersebut. Bahkan bisa berkelanjutan jika rasa kekecewaan mendalam di usia dibawah 6 tahun tak terobati. ”Pendidikan anak di bawah usia 6 tahun diperlakukan seperti seorang raja yang kita didik,” tuturnya.

Pengasuh KB Ananda Ceria Toyogo dan RA Sambungmacan ini menyampaikan pernah digelar Gebyar PAUD untuk lomba tingkat provinsi Jawa Tengah pada periode 2010-2014.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh organisasi PAUD dan pemenang event ini maju ke tingkat nasional. Namun mulai 2015 event tersebut terpaksa harus  di-stop. Ini lantaran muncul penelitian yang mengakibatkan  rasa kecewa pada anak di usia dini jika tidak menang.

Meski demikian Ketua HIMPAUDI Kecamatan Sambungmacan Periode 2010 -2022 ini menilai dampak positif dari sebuah perlombaan tetap banyak. Salah satunya anak bisa bersosialisasi lebih cepat dengan lingkungan, dan selalu termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik dari dirinya ketika ikut dalam sebuah perlombaan.

“Misalnya dalam lomba mewarnai, anak belajar memperkuat kognitif,” paparnya.

Keuntungan dalam sebuah lomba lainnya adalah ada gerakan motorik perkembangan tubuh. Gerak motorik halus seperti jemari bergerak ketika ada mewarnai.

”Tergantung lagi lombanya, perkembangan seni dari anak tersebut juga terpengaruh. Misalnya lomba baca doa, atau pidato ada kecerdasan bahasa dan spiritual yang didapat anak,” tuturnya.

Hanya saja, menurutnya, imbas positif  aspek perkembangan anak usia dini itu semua tetap tidak sebanding kalau anak usia dini merasa kecewa karena kalah atau gagal menjadi juara. Dalam situasi ini perlu membuat kegiatan yang dikonsep lebih kreatif, agar animo dia untuk kembali mengikuti lomba sejenis tidak luntur.

”Misalnya bisa seperti kalau membuat lomba 17 Agustus, semua peserta harus dapat hadiah. Efeknya akan lebih bagus buat anak. Meski untuk pemenang dibuat dengan bungkus yang berbeda, namun peserta yang kalah pun harus semuanya dapat hadiah,” ujarnya. (din/nik) Editor : Damianus Bram
#Anak Ikut Lomba #anak usia dini #Pendidikan Anak Usia Dini #PAUD