Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna menyampaikan, ISI terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalitas dalam layanan pendidikan. Ini agar mampu meluluskan sarjana yang berkompeten. Tak hanya kompeten, lulusan ISI Surakarta juga mempunyai kualifikasi unggulan di bidang seni budaya. Ini membuat mereka setelah lulus, tentu dapat segera bekerja sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
“Tentu dengan perkembangan ilmu teknologi, pengetahuan, dan tuntutan zaman yang sangat cepat. Oleh sebab itu, kami tidak bisa hanya mengandalkan dari tradisi saja. Tiga angel yakni, seni, ilmu pengetahun, dan teknologi harus kami manfaatkan dan kolaborasikan,” ucapnya.
Selain dituntut untuk menguasai tiga angle tersebut, lulusan ISI Surakarta harus menguasai hard skill dan soft skill yang mumpuni. Dalam proses belajar mahasiswa berinteraksi dengan berbagai macam orang dari berbagai latar belakang. Ada yang terlibat dalam berbagai kegiatan dan organisasi.
Dia berharap para alumni nantinya dapat menjadi pelaku seni maupun akademisi yang tetap menjunjung nilai artistik ISI Surakarta dan wawasan kebangsaan dengan bangga.
Sementara itu, Wakil Rektor I ISI Surakarta Bambang Sunarto menyampaikan ada 304 wisudawan, lulusan program sarjana, sarjana terapan, magister, dan doktor ISI Surakarta. Dimana 98 wisudawan diantaranya memperoleh predikat cum laude. Perolehan IPK rata-rata 3,65 dengan masa studi maksimal 9 semester untuk program sarjana, perolehan IPK rata-rata 3,62 masa studi maksimal 9 semester untuk program sarjana terapan, dan perolehan IPK rata-rata 3,97 dengan masa studi maksimal 8 semester untuk program doktor.
“Perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi wisudawan program sarjana 3,88, program sarjana terapan 3,72, program magister 3,93, dan program doktor 4,00,” ucapnya. (ian/nik/dam) Editor : Damianus Bram