Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pentingnya Pola Asuh Anak di Era Daring, Internet Membawa Konsekuensi

Damianus Bram • Minggu, 30 April 2023 | 21:00 WIB
FOKUS: Salah seorang siswa di SMAN 1 Surakarta tengah menjalani pembelajaran lewat gadget saat masa pandemi Covid-19. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
FOKUS: Salah seorang siswa di SMAN 1 Surakarta tengah menjalani pembelajaran lewat gadget saat masa pandemi Covid-19. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menciptakan media baru, yaitu media online atau internet. Ini tentu membawa konsekuensi tersendiri, karena cukup mudahnya mengakses informasi yang berujung merubah pola interaksi anak.

Orang tua tentu harus mengantisipasi perkembangan zaman. Khususnya untuk mengantisipasi perkembangan anak bisa berjalan dengan baik dan benar.

Pendamping anak, Dyah Nursari menyampaikan, media internet adalah media komunikasi yang menjadi fasilitas pendukung proses komunikasi dapat berjalan lancar dan hemat.

Di internet cukup mudah dilihat informasi tentang pemberitaan kejahatan di dunia maya dengan objeknya adalah anak. Muncul juga praktek-praktek kegiatan eksploitasi seksual anak berbasis media online dengan model dan pola beragam juga banyak terjadi dan bisa dilihat di internet.

”Sejak 2005 Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan kasus kekerasan seksual online terhadap anak tertinggi. Eksploitasi dan pelecehan seksual online,” ujarnya.

Selanjutnya petugas penyuluh peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak (DPPKBP3A) Sragen ini menekankan pengasuhan orang tua pada era digital saat ini.

”Dalam perjalanannya seringkali orang tua mengalami banyak masalah, oleh karena itu penting untuk belajar bersama mengetahui apa yang harus dijalankan oleh orang tua. Setiap orang tua memiliki pola asuh yang berbeda. Perlu diingat tidak ada sekolah menjadi orang tua,” terangnya.

Lantas dalam membesarkan anak di zaman milenial butuh usaha ekstra dibanding puluhan tahun yang lalu. Perkembangan dunia digital tak hanya memberi kemudahan, malah kadang membuat gap antara orang tua dan anak. Tak jarang berakhir dengan anak yang membangkang atau masalah lainnya.

Dia menyampaikan piranti gadget dengan segudang tawaran dalam media sosialnya kian menjadi jurus ampuh dalam mengasuh anak. Karena tidak perlu repot mendampingi anak untuk bermain atau belajar, anak sudah diam dan tenang saat diberikan gadget yang dilengkapi dengan akses internet. Namun informasi yang diserap tentu harus bersifat baik dan tidak malah mengkontaminasi pemikiran anak ke arah yang tidak baik.

”Cara pengasuhan dengan gadget memang menjadi jalan pintas untuk menenangkan anak, namun pengaruhnya instan ini tentu bukan pilihan baik bagi anak. Ada banyak risiko yang harus dihadapi, termasuk perkembangan anak yang kurang,” ujarnya.

Dia menekankan meski perkembangan teknologi juga harus dikenalkan kepada anak-anak di era digital sekarang ini, tetap harus ada batasan dalam penggunaannya. Dampak Positif yang didapat cukup beragam. Seperti memudahkan komunikasi, merangsang anak untuk belajar mandiri, lebih kreatif, dan sebagainya.

Namun dampak negatif mengakibatkan anak menjadi ketergantungan. Ini bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak, salah satunya kemampuan berkomunikasi secara tatap muka yang bisa menjadi berkurang. Kemampuan berempati di dunia nyata juga bisa berkurang, serta banyak risiko kejahatan di dunia maya.

Ada sejumlah langkah yang dilakukan orang tua dalam pola asuh era digital. Seperti dibiasakan ajak anak berbicara secara tenang, perlahan, dan sesering mungkin.

Orang tua juga harus belajar dan melakukan pencarian secara daring hal-hal yang tidak dimengertinya dalam hal mengasuh anak yang baik dan benar. Jangan sungkan untuk mencoba sendiri beberapa aplikasi, permainan, atau  situs di internal yang kemungkinan digunakan anak-anak dalam menggali informasi.

Aktifkan juga kendali orang tua atau parental controls  pada pengaturan keamanan yang ada pada sistem operasi, mesin pencari, dan permainan. Lalu bersama-sama menyusun aturan dasar dan menyepakati apa yang boleh  dan tidak boleh dilakukan saat berinternet dan menggunakan gawai.

Orang tua juga harus berteman atau mengikuti akun media sosial anak-anaknya, tetapi jangan sampai terlalu memata-matai terlalu banyak dan mendalam. Tetap harus menghargai ruang privasi daring anak-anaknya, walaupun sosialisasi tetap harus diberikan secara berkala.

”Anak-anak memerlukan kebebasan, terutama remaja yang memerlukan ruang privat, tetapi harus diingatkan untuk menjaga reputasi digital yang baik seperti apa,” terangnya.

Selain itu, orang tua juga harus menjadi model digital yang baik bagi anak-anaknya. Orang tua harus mengendalikan kebiasaan digital yang buruk di depan anak-anak. Misalnya mengomentari status di medsos dengan bahasa yang mengandung kekerasan, tidak menyimpan konten-konten yang mengandung kekerasan, bullying, pelecehan, dan pornografi. (din/nik) Editor : Damianus Bram
#pola asuh anak #media internet #Asuh Anak di Era Daring