Kepala SMKN 8 Surakarta Wening Sukmanawati mengaku, masih banyak kendala dihadapi dalam upaya pelestarian seni budaya. Salah satunya jurusan seni budaya yang masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
“Kami harus membuat terobosan, bagaimana SMK bidang seni menjadi sekolah pelestari budaya. Harus ada metamorfosa dari seni tradisi, menjadi seni budaya yang lebih spektakuler,” ucapnya di sela uji kompetensi keahlian (UKK) di SMK setempat, Selasa (2/5/2023).
Menurut Wening, jurusan seni budaya diklaim mempunyai peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji fantastis. Bahkan lulusan jurusan seni sudah banyak diincar perusahaan-perusahaan besar.
“Tidak semua anak bisa menari. Mungkin ada yang pandai digital marketing. Mereka ini bisa masuk dalam event organizer (EO), atau tim marketing seni pertunjukan,” imbuhnya,
Di era serbadigital seperti sekarang ini, lulusan SMK seni harus bisa mengemas pertunjukan dengan spektakuler. Salah satunya mengkolaborasikan seni dengan teknologi. Bisa dari sisi sound dan lighting yang memanfaatkan teknologi digital.
“Kolaborasi seni dan teknologi ini yang kami ajarkan kepada anak-anak zaman sekarang. Jadi anak-anak tidak hanya pintar menari saja. Tapi juga pintar dalam digitalnya,” bebernya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram