Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dian Rineta mengatakan, untuk izin teknis pendirian SKO sudah ada. Studi tiru juga sudah dilakukan untuk memantapkan pendirian SKO di Kota Solo. Bertujuan ntuk mempelajari bagaimana proses pengembangan SKO, model kurikulum, modifikasi kurikulum di SKO SMP/SMA Negeri Ragunan Jakarta.
"Insya Allah ini sudah siap. Pertama dua kelas dulu dengan 32 siswa setiap kelasnya. Tempatnya masih sama di eks SMPN 3 dan eks SMPN 5 Surakarta,” ujar Dian.
Sekretaris Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menambahkan, SKO mendapatkan dana Rp 5 miliar untuk rehabilitasi atau membangun gedung. SKO akan berdiri di atas tanah seluas 10.000 hektare. Jika sesuai rencana SKO untuk jenjang SMA juga akan dibangun di tempat yang sama dengan jenjang SKO SMP.
“Secara bangunan gedung eks SMPN 3 dan SMPN 5 itu sebenarnya masih bagus. Mungkin nanti akan ditambah dan diperbanyak untuk membangun gedung indoor untuk olahraga, seperti lapangan basket dan lainnya,” ujar Haris
Sesuai dengan jadwal, SKO mulai dibuka pada tahun ajaran baru Juli tahun ini. Kelas olah raga (KKO) yang saat ini ada di SMPN 1 Surakarta hanya tinggal menghabiskan siswa kelas VIII yang akan naik ke kelas IX. Sedangkan untuk siswa kelas VII akan dipindahkan ke SKO. Kerja sama juga telah dilakukan antara disdik dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surakarta.
“Termasuk nanti juga ada sharing dana dari dispora, mungkin juga akan menganggarkan ke sana nantinya. Kalau disdik hanya dari dana operasionalnya saja. Terkait pendaftaran nanti akan dibuka bersamaan dengan jalur afirmasi di PPDB 2023 ini secara online,” ujarnya.
Di bagian lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Mempora) Dito Ariotedjo mengatakan, telah berkomunikasi dengan pemkot terkait pendirian SKO. Kemenpora memberi dukungan penuh mengingat SKO juga menjadi tanggungjawab dan program utama kementerian ini.
"SKO memang menjadi tanggung jawab Kemenpora dan akan kami bikin di beberapa daerah selain Solo. Itu (SKO) akan jadi program utama Kemenpora," jelas dia usai kunjungan di Balai Kota Surakarta, Senin (8/5/2023).
Kemenpora memastikan akan melengkapi jenjang pendidikan dalam sekolah khusus. Mulai dari jenjang pendidikan paling rendah hingga tinggi sesuai dengan standar pendidikan di Indonesia. SKO nanti akan dilengkapi dengan jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka membenarkan telah mendapat lampu hijau dari Kemenpora terkait pendirian fasilitas dan pengadaan program SKO. Tinggal menunggu koordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah terkait jenjang pendidikan setingkat SMA di SKO.
"Kita jangan bicara dana dulu. Tapi yang jelas kajiannya sudah digodok. Dan sekali lagi perlu koordinasi dengan provinsi karena ada SMA juga. Kami tinggal menunggu lampu hijau dari pemprov. Kalau SMA suruh jalan ya tinggal jalan nanti," jelas dia.
Soal konsep dan fasilitas, Gibran memastikan pemkot sudah memiliki kajian terkait bentuk pendidikan di SKO. Nantinya SKO di Solo diharapkan bisa memenuhi jenjang SD-SMP-SMA. Konsep pendidikannya berupa dormitory di mana siswa akan tinggal dan menetap di sekolah karena dilengkapi dengan asrama atau penginapan.
SKO itu nanti akan berisi kelas-kelas seperti sekolah konvensional mengingat pendidikan umum masih akan diberikan kepada siswa SKO. Paling penting sekolah dilengkapi dengan fasilitas olahraga seperto GOR indoor dan lainnya.
"Jenjangnya tingkat paling rendah sampai atas (SD sampai SMA). Kalau kemarin rencananya seperti itu. Konsepnya seperti sekolah biasa tapi khusus olah raga,” ujar dia.
Untuk dormitory sudah ada kajian. Lokasinya di Ngarsopuro (eks SDN Bromantakan)," tutur Gibran. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram