Kepala BKPSDM Kota Surakarta Dwi Ariyatno menjelaskan, formasi PPPK yang diajukan untuk guru memang masuk skala porioritas. Bersama dengan bidang kesehatan.
“Kami mengajukan 883 formasi, yang 505 untuk pendidikan. Kami prioritaskan kebutuhan yang strategis dan mendasar. Sedangkan sisanya untuk tenaga teknis,” kata Dwi, Minggu (14/5/2023).
Saat ini BPKSDM masih menanti keputusan Kemen PAN-RB, terkait kuota yang diajukan. Sembari menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) tahapan rekrutmen PPPK. Diperkirakan seleksi PPPK akan dibuka September-November mendatang.
“Pengajuan formasi PPK ini berdasarkan penghitungan jumlah (aparatur sipil negara) yang pensiun tahun ini. Angkanya antara 450-500 orang. Tapi nanti ditempatkannya seperti apa? Jumlahnya berapa? Masih menunggu keputusan pusat,” imbuhnya.
BKPSDM mengakui, akan mengajukan tambahan tenaga PPPK secara bertahap. Hingga target kebutuhan SDM terpenuhi. Perkiraan Dwi, memenuhi kebutuhan tenaga teknis, kesehatan, dan tenaga kependidikan butuh waktu sekira 3-4 tahun.
Nah, Dwi berharap rekrutmen PPPK dimanfaatkan dengan baik oleh pegawai non-ASN. Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kami berupaya menambah tenaga di masing-masing dinas dan instansi. Karena memang PPPK merupakan solusi dari kekurangan SDM,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menyebut kebutuhan tenaga pendidik lebih dari 500 orang. Saat ini, mayoritas sekolah masih diisi tenaga kerja dengan perjanjian kontrak (TKPK) yang dikunci di angka 958 orang. Sehingga penambahan kuota PPPK guru dalam rekrutmen akhir tahun ini, akan berdampak positif bagi pelayanan pendidikan.
“Kami akui masih banyak kekurangan guru di sekolah. Kalau tidak dibantu teman-teman TKPK, tidak mungkin bisa. Pembukaan rekrutmen PPPK ini harus dimaksimalkan. Supaya guru non-ASN bisa terserap semuanya, sesuai dengan target,” ungkapnya. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram