Koordinator Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Disdik Kota Surakarta Abi Satoto menjelaskan, ada 27 SMP di Solo. Pengalaman PPDB tahun lalu, jumlah siswa yang ingin masuk SMP negeri melebihi kuota. Bahkan beberapa siswa terpaksa beralih ke SMP negeri di luar daerah.
“PPDB tahun lalu ada sekira 11.000 calon peserta didik baru jenjang SMP. Tidak semuanya tertampung sekolah di Solo,” kata Abi, Minggu (28/5/2023).
Abi menambahkan, ada tujuh TK negeri dengan daya tampung maksimal 400 kursi. Kemudian 142 SD Negeri, dengan daya tampung 5.000 kursi. Lalu 27 SMP Negeri ada 72 sekolah dengan daya tampung kurang lebih 6.000 kursi. Khusus SD negeri, ada sedikit perubahan dengan adanya program regrouping.
“Seacara perhitungan, seluruh SD-SMP negeri itu cukup untuk wilayah Solo. Ada juga sekolah swasta yang bisa menjadi rujukan. Secara kualitas, sekolah negeri dan swasta sama saja,” imbuh Abi
Terkait pembagian sekolah di tiap zonasi, Abi menyebut belum sepenuhnya merata. Karena pembangunan sekolah zaman dulu, tidak memperhitungkan sistem zonasi. Hanya dibangun di lokasi yang disediakan pemerintah. Sehingga beberapa zonasi terdapat penumpukan murid. Sedangkan di zonasi lainya, sampai kekurangan murid.
“Sebenarnya Kota Solo ini tidak luas. Misal (zonasi) harus bergerak sedikit, tidak masalah. Biasanya yang jadi masalah itu di (Kecamatan) Pasar Kliwon dan sekolah-sekolah perbatasan dengan kabupaten lain,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Kota Surakarta Tarno mengaku, jalur zonasi pada PPDB tahun ini kuotanya 4.361 kursi. Sedangkan jumlah pendaftar SD tahun lalu sekira 3.181 siswa. Artinya beberapa SD negeri masing kekurangan murid.
“Tidak masalah kalau muridnya sedikit. Karena memang daya tampungnya lebih banyak daripada pendaftarnya. Tidak harus 28 siswa dalam satu kelas. Tapi untuk tahun ini, beberapa SD sudah kami regrouping. PPDB-nya jadi satu,” ujarnya.
Tahun ini, rencananya 20 SD negeri akan di-regrouping. Sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, termasuk pelayanan pendidikan.
“Jika dihitung lulusan SD itu ada lebih dari 10.000 murid tahun ini. Jumlah itu sudah termasuk SD swasta,” bebernya.
Hingga saat ini disdik masih menggodok surat keputusan petunjuk teknis (juknis) PPDB. Dijadwalkan PPDB akan dimulai pada Juni atau Juli. Secara online melalui web resmi Disdik Kota Surakarta. (ian/fer/dam) Editor : Damianus Bram