Ada sekira 60 lebih kriya gerabah lukis dengan motif batik yang dipamerkan. Semua hasil karya siswa kelas VII. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan gerabah batik tradisi, serta menumbuhkan kepedulian siswa pada warisan budaya nenek moyang.
Selain pameran dan workshop, rangkaian acara ini juga digelar pentas seni dan bazar kewirausahaan.
“Kegiatan ini untuk menyalurkan seni dan keterampilan para siswa, sekaligus untuk mengapresiasi karya-karya siswa dari kegiatan P5,” ucap Kepala SMPN 10 Surakarta Eko Sutrisno.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat meningkatkan keterampilannya dalam berbagai bidang yang diminati.
Semua penampilan dan karya dari siswa di acara ini, jelas sudah mencerminkan nilai-nilai dari profil pelajar Pancasila dengan enam dimensi yang ada. Kolaborasi antara siswa dan guru juga dilakukan untuk menyelenggarakan P5 tema Gerabah Batik Tradisi.
“Ini menjadi gelar karya yang terakhir di semester ini, sekaligus adanya pentas seni. Anak-anak dan bapak ibu guru gotong royong untuk menyukseskan kegiatan ini,” imbuhnya.
Tim P5 SMPN 10 Surakarta Is Choliza menambahkan, SMPN 10 Surakarta telah melaksanakan tiga kali P5. Mulai dari tema kewirausahan, gaya hidup berkelanjutan, dan terakhir kearifan lokal.
Pada bagian tema gaya hidup berkelanjutan difokuskan pada hasil tanaman yang dirawat oleh siswa. Para siswa diberikan pemahaman terkait pengelolaan pangan dan sampah makanan.
“Terkait tema ketiga kearifan lokal Gerabah Batik Tradisi. Kami ingin mengenalkan pada siswa tentang budaya Solo, salah satunya gerabah dan batik. Mulai dari kegiatan observasi secara langsung, hingga workshop untuk menambah wawasan para siswa terkait budaya,” ucapnya.
Is Choliza menegaskan, pelaksanaan P5 tidak hanya berakhir pada gelar dan pentas seni saja. Namun, lebih pada peningkatan keterampilan siswa dan wawasan siswa sesuai dengan tema yang diangkat. Para siswa dilatih untuk memiliki pemikiran yang kritis dan kreatif melalui kegiatan P5.
“Acara ini hanya sebagai apresiasi saja pada siswa yang telah melewati berbagai pelaksanakan pembelajaran, hingga puncaknya dipamerkan pada gelar karya ini,” tandasnya. (mg1/ian/nik) Editor : Damianus Bram