Kegiatan tersebut digelar di pendapa rumah Purbo, warga Gebang RT 05 RW 16, Kelurahan/Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Sabtu (3/6/2023).
Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan implementasi dari kerja sama antara Kelurahan Banjarsari dengan STIKES Nasional dalam rangka mendukung Program Kampung Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Untuk mencegah penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk, diperlukan bahan yang aman, sederhana, relatif murah, pembuatannya mudah, bebas residu yang berbahaya, serta dapat memberi sensasi rileks kepada penggunanya,” tutur dosen pembimbing pertama Vector Stephen Dewangga.
Sedangkan Sulasmi, dosen pembimbing lainnya menyampaikan materi tentang serba-serbi demam berdarah ditilik dari bidang laboratorium klinis kepada kader PKK RW 16 Kelurahan Banjarsari.
Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan informasi yang tepat tentang demam berdarah dan pemanfaatan minyak atsiri kayu manis untuk pembuatan lilin aromaterapi sebagai antinyamuk yang relatif aman dan bebas residu berbahaya.
Pengabdian kepada masyarakat ini dimotori oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Ekhanviryo Dirga, Fida Hana Azizah, Rochmad Agung Purnomo dan Theresia Viany Prabowo.
Tim mahasiswa membuat lilin aromaterapi dari parafin padat yang dicairkan, lantas diletakkan dalam wadah yang sudah terdapat tali sumbu dari benang kenur yang diikatkan pada tusuk gigi.
Sebelum parafin memadat, mahasiswa segera menambahkan minyak atsiri kayu manis. Apabila diperlukan, dapat pula ditambahkan zat pewarna makanan untuk mempercantik lilin aromaterapinya.
“Lilin aromaterapi ini memiliki fungsi ganda, sebagai aromaterapi yang dapat memberikan efek rileks pada seseorang, namun juga dapat digunakan sebagai antinyamuk untuk pencegahan penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk aedes aegypti,” beber Ekhanviryo Dirga. (*/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono