RADARSOLO.COM – Sejumlah sekolah dasar (SD) negeri di Kota Solo sudah di-regrouping, tahun ini. Di antaranya SDN Yosodipuran No. 130 yang digabung bersama SDN Kedung Lumbu No. 128. Ada temuan menarik setelah di-regrouping, yakni rusaknya sarana dan prasarana (sarpras) di salah satu SD tersebut.
Kedua SD ini berada di Kecamatan Pasar Kliwon. Kepala SDN Kedung Lumbu Lanawidi Susilowati menjelaskan, setelah di-regrouping sarpras yang ada cukup memadai. Sebelumnya, sarpras di SDN Yosodipuran memprihatinkan.
“Setelah di-regrouping, barulah semuanya terkuak. Sarpras dari SDN Yosodipuran masih banyak yang perlu dibenahi. Meja, kursi, dan lain sebagainya banyak yang rusak,” kata Lanawidi, kemarin (11/7/2023).
Lanawidi berharap, setelah regrouping SDN Kedung Lumbu menjadi jujugan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. “Kami berharap siswa dan para guru dari kedua SD ini ikut berpartisipasi. Harus cepat beradaptasi, agar kinerja meningkat. Sehingga suasana pembelajaran tetap asri,” pintanya.
Di sisi lain, Kepala SDN Bromantakan No. 55 Siti Murniatun mengaku sekolahnya sudah di-regrouping dengan SDN Ketelan per 1 Juli. Meskipun surat keputusan (SK) belum turun, namun prosesnya sudah berjalan sejak lima bulan terakhir.
“Terkait peningkatan calon peserta didik, Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik. Menurut keterangan panitia PPDB (penerimaan peserta didik baru), jumlah CPD (calon peserta didik) jalur afirmasi satu anak. Kemudian jalur zonasi 11 anak,” beber Siti.
SDN Bromantakan dan SDN Ketelan bermukim di Kecamatan Banjarsari. Siti menyebut banyak manfaat didapat dari regrouping tersebut.
“Saat ini masih dalam tahap pembangunan. Digabungkannya dua sekolah menjadi satu, akan lebih baik dari segi sarprasnya. Termasuk sumber daya manusianya (SD) guru juga lebih baik. Sehingga tidak lagi kekurangan guru,” papar Siti. (mg1/ian/fer)
Editor : Damianus Bram