RADARSOLO.COM - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Estu Utomo Boyolali menggelar prosesi wisuda ahli madya dan sarjana. Sebanyak 166 wisudawan berhasil lulus dan telah mengikuti sumpah profesi di Sunan Hotel, Solo, Kamis (27/7/2023).
“Semoga acara wisuda ini bisa menjadi momentum bagi para wisudawan lulusan kami bisa memanfaatkan ilmunya. Semoga bisa diterima juga di masyarakat untuk bekerja dengan karir yang lebih baik lagi,” pesan Ketua STIKES Estu Utomo Boyolali Sarwoko.
Sarwoko menegaskan, generasi muda adalah pagar terdepan dalam perubahan negeri ini.
Para lulusan STIKES Estu Utomo harus berada dalam posisi untuk menjadi bagian dari solusi dan tanggap bencana. Kompetensi yang didapat selama mengikuti kuliah, wajib digunakan untuk membantu masyarakat.
Sebagai lembaga pendidikan kepercayaan masyarakat STIKES Estu Utomo semakin berupaya melahirkan lulusan yang kompeten. Ini terlihat dari 90 persen lulusannya sudah terserap ke dunia kerja. Animo penerimaan mahasiswa baru juga cukup besar, hingga mencapai 860 calon mahasiswa.
“Dari lima prodi yang kami punya semuanya telah terakreditasi baik, bahkan ada yang unggul. Sedangkan untuk akreditasi perguruan tinggi kami sudah ada di level B, artinya baik,” ucapnya.
STIKES Estu Utomo sebagai amal usaha Yayasan Estu Utomo merupakan transformasi dari Akademi Kebidanan Estu Utomo yang telah beroperasi sejak 2002. Sudah ada 19 angkatan, dengan jumlah lulusan sebanyak 2.193 wisudawan.
“Hanya tinggal tunggu SK, kami akan memiliki prodi baru yakni Program Profesi Ners (program lanjutan mahasiswa yang ingin menjadi perawat profesional),” imbuhnya.
Sarwoko juga menyebutkan, STIKES Estu Utomo Boyolali ke depan akan bertransformasi menjadi universitas. Yakni melalui cara penggabungan antara STIKES Estu Utomo Boyolali dengan Akademi Farmasi Kusuma Husada Purwokerto. Akan ada penambahan prodi baru setelah bergabungnya dua perguruan tinggi tersebut.
“Ada 3-4 prodi baru yang akami tambahkan, mulai dari jenjang sarajan (S-1). Akan ada prodi Administrasi Rumah Sakit, hukum dan pendidikan sekolah dasar,” ungkapnya.
Penambahan prodi tersebut tidak hanya bisa dikenal di lingkup kesehatan di wilayah Boyolali saja, namun juga global hingga internasional.
“STIKES Estu Utomo juga telah teken kerja sama dengan Pemerintah Boyolali. Mulai dari rumah sakit, pemerintah kesehatan, PMI Boyolali, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan mitra kerja sama lainnya di tingkat nasional,” imbuhnya. (ian/nik)