Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Pelatihan Batik Kayu Bagi Istri Pengrajin Mebel di Serenan, Klaten

Damianus Bram • Senin, 7 Agustus 2023 | 18:55 WIB
KREATIF: PPK Ormawa  Himpunan Mahasiswa Prodi Kriya FSRD ISI Surakarta gelar pelatihan batik di media kayu di DESA Serenan, Juwiring, Klaten.
KREATIF: PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Prodi Kriya FSRD ISI Surakarta gelar pelatihan batik di media kayu di DESA Serenan, Juwiring, Klaten.

RADARSOLO.COM - Desa Serenan, Juwiring, Klaten dikenal sebagai sentra industri mebel. Beberapa pengrajinnya, bahkan sudah melakukan eksport produknya ke luar negeri.

Produk mebel Serenan cukup stabil penjualannya, karena telah terbentuk pasar yang mengakui kualitas hasil produk perajin di desa ini.

Namun, limbah kayu sisa produksi mebel dirasa kurang mampu memberikan manfaat ekonomi. Selama ini hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar yang berharga murah.

Selain itu limbah kayu juga tidak bisa diambil setiap saat dan menumpuk di lokasi, sehingga cukup mengganggu proses produksi.

Permasalahan ini membuat tim program peningkatan organisasi kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Kriya, FSRD Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang dipimpin oleh Tabah Bayu Setiajis dan R. Adi Prabowo selaku dosen pendamping memulai memetakan masalahnya. 

Akhirnya digelar pelatihan batik kayu pada 31 Juli sampai 2 Agustus yang lalu. Program ini dilakukan sebagai solusi dalam menghadapi permasalahan pengolahan limbah kayu.

Batik kayu dipilih karena di Desa Serenan juga terdapat kelompok ibu-ibu pembatik yang merupakan istri para pengrajin mebel setempat. Diharapkan limbah nantinya bisa dijadikan bahan material kayu untuk produk handicraft.

Pelatihan batik kayu terdiri beberapa tahap. Mulai dari pemulihan kayu limbah, pembentukan, desain motif batik, pembatikan dengan menggunakan malam (lilin batik), hingga finishing berupa pewarnaan naptol. Antusiasme para pembatik sangat tinggi, mengingat ini merupakan hal baru dan cukup bermanfaat. Para pembatik diajarkan olah teknik batik pada media kayu.

Kepala Desa Serenan Sri Suhadi  menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Dia berharap akan ada pendampingan lanjutan, sehingga benar-benar diperoleh manfaat yang sangat baik untuk Desa Serenan.

Kolaborasi antara mahasiswa Program Studi Kriya dengan para pengrajin ini diharapkan mampu memberi peluang dalam menciptakan lapangan kerja, sehingga turut membawa peningkatan ekonomi warga. Dalam pelatihan ini para mahasiswa juga memberikan tips dalam mengelola sosial media, sehingga dapat membantu pemasaran produk yang dihasilkan. (nik)

Editor : Damianus Bram
#Prodi Studi Kriya #isi surakarta #Desa Serenan #Mebel Serenan #Mebel Kayu