RADARSOLO.COM – Polemik pinjaman online (pinjol) di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta berimbas pada psikologis mahasiswa baru (maba). Mereka merasa waswas dan takut dicemooh atau di-bully akibat kasus tersebut.
Di sisi lain, kegiatan pengenalan budaya akademik dan kemhasiswaan (PBAK) akan tetap digelar Senin ini (14/8) hingga Rabu (16/8). Untuk antisipasi, kegiatan ini akan diawasi kepolisian.
Salah seorang mahasiswa baru Amalia Rahmawati mengatakan, sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan PBAK. Namun, di sisi lain polemik pinjol masih menyisakan rasa waswas. Dia mengaku sedikit takut untuk menyelesaikan beberapa tugas yang harus diunggah ke sosial media lantaran ramainya pemberitaan tentang pinjol di kampusnya.
“Iya, sedikit mempengaruhi. Karena di kegiatan PBAK itu kan ada tugas after move dan harus diunggah di sosial media. Jadi takut kalau dikomentari soal pinjol,” ungkap mahasiswa baru Jurusan Bimbingan Konseling Islam UIN Surakarta ini.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan mahasiswa baru UIN lainnya. Mahasiswi yang enggan disebutkan namanya ini juga mengaku takut mendapatkan cemooh dari orang lain lantaran kasus pinjol di kampusnya. Apalagi dia sempat mendapat beberapa pertanyaan dan ejekan dari teman-temanya beda kampus terkait polemic pinjol di kampusnya.
“Ada beberapa tugas juga yang harus diupload di sosmed. Jujur saya takut mendapat komentar negatif (soal kasus pinjol),” ujar dia.
Di bagian lain, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Mudofir memastikan, kegiatan PBAK akan tetap dilaksanakan mulai hari ini hingga tiga hari ke depan. Pelaksanaan diambil alih sepenuhnya oleh pihak rektorat dan fakultas. Hal itu setelah ada sanksi pembekuan dewan eksekutif mahasiswa (DEMA) dan mencopot ketuanya.
“Semuanya sudah siap 100 persen. Dan kami yakin akan berjalan lancar sesuai dengan tujuan kegiatan PBAK, yakni pengenalan kampus bagi mahasiswa baru,” ujar Mudofir dihubungi, Minggu (13/8).
Senada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Syamsul Bakri menambahkan, dalam kegiatan PBAK tersebut mahasiswa baru akan diberikan beragam materi pengenalan kampus. Mulai dari materi kebangsaan, materi tentang UIN dan lainnya.
“Berdasarkan gladi kemarin, maba juga sangat antusias mengikuti kegiatan PBAK. Seolah-olah tidak ada pengaruh apapun dari kasus kemarin,” tegasnya
Di lain sisi, pihak kampus juga akan menggandeng kepolisian sebagai antisipasi keamanan jalannya kegiatan PBAK. Kabag Kemahasiswaan dan Akademik UIN Raden Mas Said Rudi Hartono mengatakan, pihak kampus telah mengirimkan surat permintaan secara resmi kepada pihak kepolisian setempat.
“Tidak dipungkiri masalah kemarin juga berpengaruh. Sebagai langkah antisipasi kami juga mengirim surat ke pihak kepolisian untuk pemantauan kegiatan kami selama tiga hari kedepan,” ucapnya.
Dia menjelaskan, kegiatan PBAK akan diikuti 4.027 mahasiswa baru dari lima fakultas. Fakultas ushuluddin dan dakwah 819 mahasiswa, fakultas ilmu tarbiyah 788 mahasiswa, fakultas adab dan bahasa 763 mahasiswa, fakultas syariah 804 mahasiswa dan fakultas ekonomi dan bisnis Islam 853 mahasiswa.
“Materi penting yang akan disampaikan terkait UIN, keuniversitasan, kefakultasan dan tata cara pengelolaan administrasi akademik dan kemahasiswaan. Ada juga materi ormawa,” urainya.
Berdasarkan SK Dirjend Pendis Nomor 4962 tahun 2016, tentang susunan kepengurusan PBAK, kegiatan ini melibatkan beberapa unsur kepanitian. Mulai dari rektor sebagai pelindung kegiatan, wakil rektor III sebagai penanggung jawab kegiatan dan panitia juga ada dari unsur dosen dan mahasiswa.
“Kami juga melihat dari masing-masing seksi pelaksanaan. Mulai dari tim kesehatan juga kami siapkan. Kami berharap semua bisa berjalan lancar,” imbuhnya. (ian/bun)
Editor : Damianus Bram