RADARSOLO.COM - Di tengah kesibukan memimpin Universitas Surakarta (Unsa), Astrid Widayani tetap aktif terjun di berbagai bidang. Termasuk mengikuti tren di dunia digital. Bahkan rektor muda ini juga menjadi konten kreator. Tak heran, berbagai aktivitas dia sering dibagikan di ranah media sosial.
Bagi Astrid, membuat konten yang menarik untuk dibagikan di media sosial pribadi miliknya menjadi salah satu penawar penat dan refreshing di tengah kesibukan dia dalam bekerja dan beraktivitas.
Memiliki background sebagai seorang pendidik Astrid mengatakan, menjadi konten kreator yang aktif di media sosial juga dapat digunakan untuk wadah edukasi. Dia mengaku sering kali mengemas konten miliknya sesuai dengan kesehariannya.
“Semua platform saya masukin sekarang. Mulai dari media sosial ada Instagram, Tik Tok, sampai dengan di YouTube,” ungkapnya.
Orang nomor satu di UNSA itu menyebut, untuk membagi waktu antara menjadi rektor dan konten kreator tidaklah sulit. Dia mengaku konten-konten yang dia buat adalah bagian dari kesehariannya. Sehingga tidak menjadi kegiatan lain, yang memerlukan waktu khusus.
“Jadi kegiatan konten kreator dan rektor ini saya jadikan satu kemasan digital media. Menjadi konten kreator ini lebih masuk ke bagian aktivitas saya,” kata Astrid.
Tidak hanya berkiprah di dunia Pendidikan, Astrid juga tertarik dengan dunia pariwisata, sehingga sering kali datang ke tempat-tempat wisata. Kesempatan itulah yang dimanfaatkan Astrid untuk membuat konten yang menarik. Sekaligus membantu meningkatkan potensi-potensi di daerah itu.
“Itu yang saya buat untuk konten dan saya bagikan kepada pada follower saya di medsos. Ini juga sebagai refreshing bagi saya,” imbuhnya.
Ada lima fokus bidang yang menjadi bidikan Astrid untuk dijadikan konten di media sosial pribadinya. Mulai dari bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, entrepreneurship dan budaya.
Di bidang budaya, dia seringkali juga membuat konten tentang komunitas anak muda di Solo.
“Kegiatan saya menjadi konten kreator ini juga sebagai pemantik anak-anak muda agar lebih bijak lagi menggunakan platform digitalnya. Saya lihat selama ini masih banyak yang belum menggunakan dengan bijak,” kata dia.
Menjadi konten kreator yang bijak, menurut Astrid, juga bisa menjadi pesona branding bagi dirinya. Di era yang serba digital saat ini, siapapun bisa mencari tahu backgroud atau kegiatan orang lain hanya dengan mengetik namanya di internet.
“Era sekarang orang bisa menilai orang lain dari jejak digitalnya. Misalnya mau cari Astrid Widayani itu seperti apa, tinggal ketik saja muncul semua jejak digitalnya. Ini bisa juga ditiru anak muda yang mau membangun profilnya dengan menjadi konten kreator yang bijak,” tandasnya. (ian/bun)
Editor : Damianus Bram