Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

SV UNS Bikin Aplikasi Terkait Perubahan Iklim pada Hortikultura

Septian Refvinda Argiandini • Selasa, 29 Agustus 2023 | 17:11 WIB
SV UNS bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menghadirkan aplikasi ewssipantara.id.
SV UNS bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menghadirkan aplikasi ewssipantara.id.

RADARSOLO.COM – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), telah mengubah industri pertanian dari berbagai aspek. Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu bagian dari perkembangan itu. Dengan aplikasi berbasis AI yang terus disempurnakan, perkembangan sektor pertanian bisa terpantau.

Merespon hal tersebut, Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan kolaborasi riset terapan, untuk adaptasi dan antisipasi dampak perubahan iklim pada komoditas strategis hortikultura. Menggandeng Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, BRIN, BMKG, serta Badan Informasi Geospasial.

Direktur Jenderal Hortikultura, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc. Dr Prihasto mengatakan, bawang merah dan aneka cabai merupakan komoditas strategis yang memberikan sumbangsih signifikan terhadap inflasi-deflasi bahan pangan di Indonesia. Adanya penurunan produksi bawang merah dan aneka cabai pada saat off season akan sangat mempengaruhi inflasi.

“Mitigasi terhadap dampak perubahan iklim, antisipasi OPT, dan panduan jadwal tanam potensial untuk tanaman hortikultura strategis masih perlu diperkuat,” terang Dr. Prihasto.

Perubahan dan keragaman iklim adalah suatu keniscayaan akan berdampak pada produksi pertanian, termasuk hortikultura. Hal ini diperkuat dengan data prediksi dari BMKG bahwa pada bulan Agustus sampai September adalah puncak dari el-nino di Indonesia, hal ini dapat berpengaruh pada produksi hortikultura strategis.

“Perubahan iklim memang akan berdampak pada pada produksi pertanian, termasuk hortikultura,” ucap Perwakilan Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Dr. Ir. Aris Pramudia, M.Si.

Merespon hal tersebut, Dosen D3 Teknik Informatika SV UNS Kampus Madiun, Darmawan Lahru Riatma, S.Kom., M.MT. menyampaikan solusi dan antisipasi dampak perubahan iklim dan el-nino pada Hortikultura adalah pemanfaatan aplikasi ewssipantara.id.

Darmawan menjelaskan pada aplikasi tersebut terdapat fitur prediksi banjir dan kekeringan berdasarkan data curah hujan prediksi dari BMKG. “Data prediksi di update setiap bulan, dari prediksi curah hujan tersebut juga di kembangkan rekomendasi jadwal tanam optimal pada komoditas cabai bawang menggunakan algoritma kecerdasan buatan,” ujar Darmawan.

Tim Riset ini merupakan gabungan dari kolaborasi Dosen D3 Teknik Informatika SV UNS Kampus Madiun, Darmawan Lahru Riatma, S.Kom., M.MT.; Dr. Ir. Aris Pramudia, M.Si (Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN); Adi Ripaldi, M.Si. (Pusat Iklim BMKG), Ferrari Pinem, S.Si., M.Sc. (Badan Informasi Geospasial) dan stakeholder Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Kegiatan hilirisasi dan diseminasi hasil riset tersebut adalah sosialisasi hasil riset dan pengembangan aplikasi ewssipantara.id. Acara tersebut dilaksanakan secara hybrid, dan luring di Jakarta Selatan dan zoom serta live Youtube yang diikuti oleh stakeholder dinas pertanian Provinsi, Kabupaten/Kota dan Petani Hortikultura se-Indonesia. (ian/fer)

Editor : Damianus Bram
#artificial intelligence #universitas sebelas maret #sekolah vokasi #sv uns #Aplikasi