Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

UTP Dukung Mahasiwa Difabel Kuliah Hingga Jenjang S2

Septian Refvinda Argiandini • Selasa, 29 Agustus 2023 | 17:25 WIB
KESETARAAN: Mahasiswa penyandang disabilitas UTP.
KESETARAAN: Mahasiswa penyandang disabilitas UTP.

RADARSOLO.COM – Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, sudah menerima mahasiswa penyandang disabilitas sejak 2022. Meskipun belum 100 persen ramah disabilitas. Namun, kampus ini siap mendukung mahasiswa disabilitas masuk program studi (prodi) S2 pendidikan jasmani (penjas).

Saat ini, tercatat ada 14 mahasiswa disabilitas kuliah di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP). Dekan FKIP UTP Joko Sulistyono menjelaskan, mahasiswa disabilitas di UTP juga merangkap atlet. Bahkan sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Mereka direkrut menjadi PNS dari jalur prestasi. Sehingga butuh kenaikan pangkat dengan mengambil kuliah S1.

“Jadi para atlet ini harus memenuhi jenjang karir kepangkatan. Sebagai syarat menjadi PNS dari jalur prestasi. Syarat lainnya yakni ijazah minimal SMA, dengan usia di bawah 35 tahun,” papar Joko, kemarin (28/8).

Pihaknya menjelaskan sistem perkuliahan di UTP khusus untuk mahasiswa difabel disediakan secara luring maupun daring. Sistem perkuliahan ini juga menyesuaikan dengan kegiatan para atlet NPC yang harus menjalani latihan yang padat.

“Untuk perkuliahan kami terapkan secara khusus, jadi perkuliahannya kalau secara luring tatap muka itu memang di wacanakan Sabtu dan Minggu lalu juga ada wacana untuk kuliah online juga. Para atlet kan banyak kesibukan terutama masa-masa Pelatnas, mereka harus latihan dari Senin pagi sampai Sabtu pagi, tapi kita tetap harus memberikan perkuliahan bagi mereka,” imbuhnya.

Joko berharap dengan adanya atlet-atlet NPC yang masuk ke UTP bisa memberi motivasi kepada atlet-atlet lainnya baik difabel maupun non difabel. Joko melihat atlet saat ini bak public figure dimana bisa menjadi teladan bagi masyarakat maupun juniornya sesama atlet untuk berkuliah, bahkan bisa mengajak teman-temannya atau pengikutnya untuk berkuliah di UTP.

“Jadi menurut saya dengan masuknya teman-teman atlet NPC di UTP ini, saya punya keyakinan bahwa nantinya akan memberikan motivasi bagi atlet-atlet lain yang statusnya pegawai negeri juga dan tidak hanya atlet difabel tapi juga non difabel dari berbagai cabang olahraga lainnya. Contohnya saja Ratri, atlet parabadminton juara Paralimpic di Tokyo, meski dirinya mahsiswa S2 Penjas UTP tapi bisa menarik junior-juniornya di NPC bahkan harapannya yang non difabel juga. Dengan masuknya Ratri di UTP bisa memotivasi atlet-atlet lain juga," Harap Joko. (ian/fer)

Editor : Damianus Bram
#UTP #Mahasiswa Disabilitas #Pendidikan Jasmani #Universitas Tunas Pembangunan