RADARSOLO.COM – Mindset masyarakat saat ini, mayoritas ingin menyekolahkan buah hatiya di sekolah negeri. Jika ingin bersaing dan tetap eksis, sekolah swasta dituntut memiliki program unggulan. Termasuk memiliki berbagai terobosan, untuk memancing minat masyarakat mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dian Rineta menjelaskan, seluruh sekolah baik negeri maupun swasta harus bisa bersaing dengan kualitas. Apalagi saat ini, sedang tren menyekolahkan anak ke sekolah berbasis agama. Terutama di jenjang sekolah dasar (SD), sebagai fondasi membentuk karakter anak. Meskipun biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.
“Kami sering berpesan ke teman-teman swasta, kalau tidak mau berkualitas dan berinovasi yang tinggal tunggu waktu. Karena kesadaran masyarakat untuk selektif memilih pendidikan sudah tinggi. Maka sekolah harus punya ciri khas itu,” kata Dian, kemarin (29/8).
Ketua Forum Guru Muhammadiyah Kota Solo Muhdiyatmoko menambahkan, sekolah swasta didesain memiliki program yang berbeda dengan negeri. Dia menekankan, kunci sekolah swasta tetap eksis adalah memiliki diferensiasi atau pembeda dengan sekolah lainnya.
“Harus ada pembedanya. Kalau (kualitas) sama, ngapain saya mau memasukkan anak ke sana? Kurang lebih seperti itu (mindset masyarakat sekarang),” paparnya.
Selain itu, skolah swasta menonjolkan nilai-nilai karakter agama. Bahkan durasi pembelajarannya lebih panjang. Diakui Muhdiyatmoko, meskipun orang tua harus merogoh kocek dalam-dalam, mereka tetap memilih menyekolahkan anaknya ke swasta.
“Ya karena ada program unggulan tersebut. Selain diferensiasi, dari segi pelayanan juga dilakukan secara maksimal. Kunci selanjutnya yakni prestasi,” imbuhnya.
Sekolah swasta saat ini diperbolehkan menerima bantuan dari orang tua siswa. Sehingga untuk pengelolaannya lebih fleksibel. Namun tetap sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan yayasan. “Apa yang dikeluarkan oleh orang tua, kami pastikan sebanding dengan yang didapatkan siswa,” tuturnya.
Muhdiyatmoko yang juga kepala salah satu SMP swasta di Kota Bengawan ini menambahkan, promosi paling signifikan dilakukan dari kualitas lulusan. Jika siswa dan orang tua puas dengan pelayanan pendidikan di sekolah. tidak menutup kemungkinan mereka akan menyebarkan informasi tersebut ke kerabat atau relasinya.
“Sistem ini yang kami terapkan. Informasi dari mulut ke mulut. Orang tua atau siswa yang merasa puas sekolah di sini, sangat efektif sebagai media promosi. Dibandingkan harus membuat pamflet yang besar-besar itu,” bebernya. (ian/fer)
Editor : Damianus Bram