RADARSOLO.COM- Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melepas sebanyak 127 mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Secara simbolis pelepasan dilakukan langsung Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna di Gedung Teater Kecil ISI Surakarta, Senin (4/9/2023).
I Nyoman Sukerna menuturkan, lewat program MBKM ini, lulusan perguruan tinggi bisa menyesuaikan diri. Termasuk mencetak sarjana dan diploma yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Meski ISI Surakarta bergerak dalam bidang seni, namun tidak menutup kemungkinan para lulusannya juga memiliki kompetensi di bidang lainnya.
“MBKM merupakan kebijakan yang bagus. Intinya bagaimana lulusan itu bisa matching dan menyambung dengan dunia usaha, industri, dan dunia kerja. Itu yang penting, karena mahasiswa kami bisa diandalkan,” tuturnya.
ISI Surakarta sebagai salah satu perguruan tinggi negeri seni di Indonesia, berkomitmen membangun pentahelix baru yang kolaboratif.
Pentahelix dalam konteks MBKM harus bersinergi dengan dunia pendidikan, pemerintah, komunitas, industri, dan media. Sehingga tercipta ekosistem link and match, serta etos kerja.
“Lewat MBKM, Kemendikbud Ristek mempertegas lagi untuk match dengan dunia industri dan kerja, sehingga tidak ada istilah sarjana yang nganggur. Lewat program ini, mahasiswa juga mendapat angin segar dan bonus ilmu yang didapat dari luar program studinya,” imbuhnya.
Saat ini yang akan mengikuti program MBKM dari FSP ISI Surakarta sebanyak 127 mahasiswa. Mereka berasal dari lima program studi (prodi). Mulai dari Prodi Karawitan, Pedalangan, Tari, Etnomusikologi, dan Teater.
“Ini adalah pencapaian luar biasa dari Fakultas Seni Pertunjukan. Maka mahasiswa semester 5-7 yang ada di kampus hanya sedikit, karena banyak yang ikut program MBKM ini,” ungkap Dekan FSP ISI Surakarta Tatik Harpawati.
Lebih lanjut Tatik menjelaskan, terdapat lima MBKM yang diikuti mahasiswa FSP ISI Surakarta pada semester ganjil tahun akademik 2023/2024. Yakni program asistensi mengajar, proyek independen, pertukaran mahasiswa, dan magang bersertifikasi.
Dalam pelaksanaan MBKM tersebut, FSP ISI Surakarta juga menggandeng berbagai instansi. Mulai dari lembaga pemerintahan, industri, lembaga masyarakat, hingga media. Di antaranya Jawa Pos Radar Solo. Sinergi ini dilakukan untuk menyukseskan program MBKM yang dilaksanakan oleh mahasiswa FSP ISI Surakarta.
“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Surakarta untuk program asistensi mengajar. Ada puluhan sekolah yang dijadikan tempat magang. Ada juga dari media, Jawa Pos Radar Solo untuk program magang bersertifikasi,” jelasnya.
Sekretaris Disdik Surakarta Abdul Haris Alamsah menyambut baik sinergi program MBKM FSP ISI Surakarta.
“Ini penting untuk dikenalkan pada generasi muda di tingkat SD dan SMP. Adanya mahasiswa ISI sebagai asistensi mengajar di sekolah bisa menjadi memberikan warna baru dalam hal pelestarian budaya,” ucap Haris.
Haris juga menyebut jika mahasiswa ISI Surakarta selama ini dapat diandalkan dalam hal meningkatkan kualitas pembelajaran seni budaya di sekolah.
Dia meminta, mahasiswa yang melaksanakan MBKM di sekolah-sekolah bisa mengeluarkan kreativitasnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Solo.
“Keluarkan inovasi dan kreativitas untuk mengajak siswa lebih terampil. Karena umur mahasiswa dan siswa itu dekat, maka akan lebih nyambung. Kami yakin, mahasiswa ISI Surakarta bisa diandalkan kedepannya,” tegasnya.
Senada diungkapkan Direktur Jawa Pos Radar Solo Resita Rika Aryani. Jawa Pos Radar Solo yang merupakan media terbesar di Kota Solo sudah terverifikasi oleh Dewan Pers membuka seluas-luasnya kerja sama dengan FSP ISI Surakarta.
“Kerja sama tersebut nantinya bisa dalam bentuk magang jurnalistik, workshop kepenulisan, praktisi dosen mengajar, dan lain sebaginya,” ucap Resita Rika.
Bagi mahasiswa yang telah melaksanakan MBKM program magang bersertifikasi akan mendapatkan prioritas untuk bergabung dengan Jawa Pos Radar Solo.
“Mahasiswa yang melaksanakan magang di Jawa Pos Radar Solo akan diberikan bekal pengalaman kerja jurnalistik. Dan setelahnya, mereka akan mendapatkan prioritas untuk bisa bergabung di Jawa Pos Group yang tersebar di seluruh Indonesia,” pungkas Resita. (ian/nik)
Editor : Tri Wahyu Cahyono