RADARSOLO.COM - Posyandu Ngadi Asih merupakan salah satu Posyandu Balita di Wilayah Binaan UPT Puskesmas Gambirsari Surakarta. Posyandu ini memiliki kader sebanyak 15 orang dan sudah melaksanakan 5 meja pelayanan posyandu namun belum optimal.
Permasalahan yang ditemukan di Posyandu Ngadi Asih adalah pencatatan hasil pemeriksaan tumbuh kembang masih manual (paper based) dengan mengisi buku register. Selain itu tidak disimpulkan kondisi tumbuh kembang anak apakah normal atau membutuhkan intervensi, serta belum dilakukan pemeriksaan perkembangan anak karena keterbatasan kemampuan kader.
Berdasarkan latar belakang yang ada di Posyandu Ngadi Asih, Tim Dosen dari Universitas Duta Bangsa Surakarta yang terdiri dari Darah Ifalahma, SST, M.Kes dan Ana Yuliana, SST, M.KM dari Program Studi D3 Kebidanan serta Nurhayati, S.Kom, M.Kom dari Program Studi D3 RMIK menawarkan solusi pendampingan penerapan Sistem Informasi Tumbuh Kembang Balita (Situmbang) dan pelatihan penggunaan instrument SDIDTK (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang).
Program ini mendapat pendanaan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula dari Kementerian Pendidikan, kebudayaan, riset, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi tahun 2023.
Program dilaksanakan dengan enam tahapan kegiatan utama yaitu persiapan, apersepsi, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan terminasi. Program penerapkan Sistem Informasi Tumbuh Kembang Balita (Situmbang) di Posyandu Ngadi Asih Surakarta berupa penyuluhan tumbuh kembang, pelatihan deteksi dini dini tumbuh kembang dengan instrument SDIDTK, dan pelatihan pengelolaan Situmbang. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dengan sasaran 15 kader posyandu.
Hasil program pendampingan penerapkan Situmbang di Posyandu Ngadi Asih Surakarta berjalan dengan baik. Kader sangat antusias mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir. Terdapat peningkatan keterampilan kader setelah dilakukan kegiatan meskipun belum secara keseluruhan.
Hasil ini didapatkan setelah kader mendapatkan pelatihan melalui demonstrasi, roleplay dan mencoba secara mandiri melakukan pengelolaan Situmbang dengan pendampingan tim pelaksana.
Terlihat, beberapa kader masih memerlukan pendampingan dari kader yang sudah terampil dikarenakan ini adalah penggunaan sistem informasi pertama di Posyandu Ngadi Asih, yang sebelumnya belum pernah ada.
Sistem Informasi Tumbuh Kembang Balita (Situmbang) siap diterapkan di posyandu Ngadi Asih. Kader berkomitmen akan melaksanakan dan menerapkan hasil program ini dalam setiap kegiatan posyandu dan saat melakukan pendampingan Bina Keluarga Balita. (rls)
Editor : Damianus Bram