Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Cegah Patah Semangat, Lulusan SKO SMP yang Tak Tertampung di SMA KKO Diberi Kelonggaran Berlatih Bersama

Silvester Kurniawan • Senin, 11 September 2023 | 14:30 WIB
DISIPLIN: Murid SKO SMP berlatih berenang. Mereka digembleng menjadi atlet tangguh sejak dini.
DISIPLIN: Murid SKO SMP berlatih berenang. Mereka digembleng menjadi atlet tangguh sejak dini.

RADARSOLO.COM - Lulusan SKO SMP yang tak tertampung di SMA KKO tetap berusaha dirangkul. Itu agar semangat mereka tidak pupus. Salah satunya dengan memberikan kelonggaran berlatih bersama.

"Yang KKO di SMAN 4 Surakarta pun, yang belum terfasilitasi oleh sekolah, silakan bergabung. Contohnya atletik itu latihan masih jadi satu. Kemudian taekwondo, karate," ujar Koordinator SKO Kota Surakarta Sugeng Hariyadi.

Hanya saja, saat berlatih bersama, mereka tidak mendapat jatah makanan seperti di SKO SMP. "Saya tetap memotivasi anak. Jika kamu tidak di KKO (SMA), kalau kamu tetep pengen latihan, silakan. Tak oyak-oyak (didorong), supaya tidak putus (semangat). Kalau mereka putus dan tidak di komunitas (olahraga), itu susah. Kecuali ada motivasi terus untuk latihan mandiri," urainya.

Sugeng berharap, kondisi ini ditangkap oleh KONI Kota Surakarta. Karena, para siswa itu merupakan atlet yang akan mengangkat nama Kota Solo beberapa tahun ke depan.

"Kami sudah membuktikan bahwa anak-anak juara umum Popda. Prediksi empat tahun ke depan, ya anak-anak itu yang memperkuat di Porprov (Pekan Olahraga Provinsi Jateng). Ini tinggal membina. Kontribusi sudah nyata,” paparnya.

Jika lulusan SKO SMP ini tak dirangkul, tidak dibina, kata Sugeng, eman-eman. “Makanya saya diskusi FKOR (Fakultas Keolahragaan UNS) untuk bisa msnyampaikan pihak pihak lain. Pembinaan jangan sampai putus,” tegas dia.

Harapan lainnya, lulusan SKO SMP bisa ke Pusat Pendidikan dan Latihan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jateng.

"Yang ke PPLP, mungkin karena masih satu jalur di pemerintahan, itu nggak masalah. Mereka masih bisa memperkuat Kota Solo di sejumlah kompetisi,” ucapnya.

Keberlanjutan SKO tingkat SMP ke KKO SMA, tidak bisa ditawar. Jika meleset, kemapuan yang dimiliki bibit atlet tak terasah sempurna.

Selain ditunjang sarana prasarana memadai, kurikulum SKO dan KKO harus sinkron. “SKO dan KKO itu basic-nya disiapkan untuk talenta muda yang istimewa di bidang olahraga. Jadi kurikulumnya memang harus insklusi,” kata Dekan Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Sapta Kunta Purnama.

Dia mencontohkan, untuk jumlah mata pelajaran, tidak perlu dikurangi. Hanya saja jam pelajar yang dipangkas. Misalnya Matematika yang semula 40 menit dipangkas jadi 30 menit. Itu agar murid lebih fokus di bidang olahraga.

Terkait sarana pendukung, murid SKO SMP tidak perlu diasramakan. Itu karena di usia tersebut, mereka masih banyak membutuhkan interaksi dengan orang tua. (nis/ves/wa)

Editor : Damianus Bram
#Kelas Khusus Olahraga #KONI Kota Surakarta #kko #SMAN 4 Surakarta #Sekolah Khusus Olahraga #SKO