Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Ajarkan Pengelolaan Sampah sejak Usia Dini

Septian Refvinda Argiandini • Jumat, 22 September 2023 | 17:52 WIB
MENAMBAH WAWASAN: Siswa salah satu SD swasta di Kota Solo outing class dengan memupuk tanaman pakai kompos di kantor DLH Kota Surakarta, belum lama ini.
MENAMBAH WAWASAN: Siswa salah satu SD swasta di Kota Solo outing class dengan memupuk tanaman pakai kompos di kantor DLH Kota Surakarta, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Sampah berbahaya yang tidak dipilah sejak dari rumah tangga, bisa memicu kebakaran saat ditampung di tempat pembuangan akhir (TPA). Mencegah hal tersebut, harus dibiasakan memilah sampah rumah tangga sejak dini. Seperti dilakukan siswa kelas I dan IV salah satu SD swasta di Kota Solo, belum lama ini. Mereka belajar mengelola sampah di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta.

Kegiatan tersebut selaras dengan penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Mengangkat tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Outing class diikuti 139 siswa. Mereka belajar tentang sampah dan pengolahannya.

Di antaranya mengenal jenis-jenis sampah, praktik cara membuang sampah sesuai jenisnya, serta pengelolaan sampah dengan sistem reduce, reuse, dan recycle (3R). termasuk membuat pupuk kompos dari sampah organik.

“Kami ajarkan anak-anak peduli lingkungan sejak dini. Melalui pemilahan sampah di rumah masing-masing. Melalui cara sederhana seperti ini, siswa sebagai generasi muda sudah membantu petugas kebersihan,” kata petugas DLH Kota Surakarta Mulyani.

Kegiatan dilanjutkan pengenalan jenis-jenis armada milik DLH. Pada kesempatan ini, siswa juga diajak berkeliling naik mobil pengangkut sampah. Termasuk bermain ular tangga raksasa. Pemenang permainan ini adalah peserta yang menyelesaikan misi, serta mampu menjawab pertanyaan seputar sampah.

Kegiatan ditutup kunjungan ke tempat pengolahan sampah organik. Berupa praktik mencacah sampah organik berupa dedaunan, untuk dijadikan pupuk kompos. Selain meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, outing class ini juga menambah wawasan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini merupakan awal dari pembelajaran projek di kelas I dan IV. Nanti para murid diharapkan bisa menghasilkan suatu produk dari pengolahan sampah. Menjadi barang layak pakai dan layak jual,” ujar koordinator Kurikulum Merdeka SD tersebut Esti Ambarwarti. (ian/fer)

Editor : Damianus Bram
#memilah sampah #mengelola sampah #peduli lingkungan #DLH Kota Surakarta