Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bermain Mainan Tradisional Menyenangkan, Melatih Kesabaran lewat Layang-Layang

Angga Purenda • Minggu, 1 Oktober 2023 | 18:41 WIB
MENERBANGKAN: Sejumlah siswa SMP bermain layang-layang di kawasan objek wisata Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, beberapa waktu lalu.
MENERBANGKAN: Sejumlah siswa SMP bermain layang-layang di kawasan objek wisata Umbul Siblarak, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, beberapa waktu lalu.

RADARSOLO.COM - Ada sejumlah kegiatan asyik yang bisa dilakukan untuk melatih kesabaran pada anak. Salah satunya dengan melibatkan anak pada proses pembuatan permainan tradisional.

Mainan tradisional bisa melatih kesabaran pada anak. Banyak permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh anak-anak, salah satunya adalah layang-layang. “Begitu juga permainan othok-othok, dengan mengajaknya dalam proyek pembuatan serta memainkannya, pasti seru,” ucap Trainer Outbond Desa Sidowayah, Marno kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (29/9).

Menurut Marno teknik mengajarkan kesabaran dengan cara paling disukai anak memang melalui permainan. Seperti membuat permainan layang-layang yang menurutnya bisa diterapkan untuk mengajarkan kesabaran pada anak usai SMP. Sedangkan untuk pembuatan permainan tradisional othok-othok cocok diterapkan pada anak usai SD.

Lebih lanjut, Marno mengungkapkan, kesabaran menjadi nilai utama dalam proses pembuatan permainan tradisional. Mengingat pembuatannya terkadang tak berhasil dalam satu kali tahap. Dibutuhkan beberapa kali langkah untuk mencoba, hingga berhasil untuk membuatnya.

Seperti saat membuat permainan tradisional layang-layang harus membelah hingga mengikat bambu untuk menjadi kerangka utama. Begitu juga melakukan tali-temali sampai menyiapkan kertas minyak hingga menjadi bentuk belah ketupat.

“Rata-rata yang kami dampingi selama ini baru pertama kali membuat permainan tradisional. Mereka bahkan tidak ada yang bisa tali temali. Tetapi mereka tetap mencoba dan antusias untuk membuatnya begitu tinggi. Disinilah nilai kesabaran pada anak diasah,” ucap Marno.

Melatihan kesabaran juga bisa diajarkan saat hendak menerbangkan layang-layang. Mengingat anak diminta untuk bisa membaca arah angin terlebih dahulu. Bahkan untuk menerbangkan bisa dengan dampingan dari orangtuanya.

Membuat dan memainkan permainan tradisional bisa dilakukan secara berkala. Bisa dengan berbagai variasi agar anak tidak bosan. Akan tetapi inti dari melakukan permainan itu pada prosesnya. Sebab proses mengajarkan banyak hal pada anak yang salah satunya kesabaran.

“Dari proses itu anak-anak menjadi tahu bahwa untuk bisa mencapai sesuatu diperlukan ketekunan. Ini sangat erat kaitannya dengan kesabaran. Jadi tidak bisa sekali diajari saja, kami membutuhkan tiga hari dengan memberikan teori, menyiapkan sarana-prasarana hingga pratik” ucap Marno.

Ada nilai lainnya yang terkandung dalam proses pembuatan permainan tradisional selain kesabaran. Yakni menumbuhkan rasa optimistis pada anak dengan terus mencoba meski sempat beberapa kali gagal membuatnya.

“Harus optimistis meski sekali dua kali gagal. Bahkan para penemu itu melakukan percobaan beberapa kali baru berhasil. Buang jauh-jauh sikap pesimis,” tambahnya.

Di sisi lain, melatih kesabaran anak lewat permainan tradisional juga bagian dari upaya pelestarian budaya. Terutama di tengah kemajuan teknologi informasi sehingga permainan layang-layang hingga othok-othok menjadi jarang dimainkan anak-anak saat ini. (ren/nik)

Editor : Damianus Bram
#layang layang #Permainan Tradisional #Melatih Kesabaran