RADARSOLO.COM – Beberapa pekan belakangan, cuaca ekstrem melanda hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Tidak terkecuali di Solo yang secara geomorfologi berada di wilayah cekungan. Cuaca panas yang cenderung ekstrem nyatanya berpengaruh pada kegiatan pembelajaran di sekolah.
Kepala SDN Mojosongo III Solo, Y. Suparna Sadimin mengatakan, beberapa siswa mulai mengeluh karena merasa kepanasan saat proses belajar. Utamanya jika sudah memasuki jam pelajaran di siang hari.
“Saya juga telah mendapatkan keluhan dari guru. Mungkin guru dapat keluhan dari siswa, yang menyampaikan untuk menambahkan kipas. Padahal sudah ada dua kipas di dalam kelas, karena mungkin saking panasnya (jadi minta ditambah),” ucapnya
Pihak sekolah berupaya meminimalisir rasa tidak nyaman siswa saat belajar, salah satunya mengizinkan siswa membawa kipas angin portable jika memang sangat diperlukan.
“Ada sebagian bangunan yang memang cukup panas jika siang hari karena dekat dengan jalan raya. Kalau dibuka bising, kalau ditutup panas,” keluhnya.
Situasi ini membuat ada kebijakan lainnya dalam menjalankan mata pelajaran untuk siswa. Pelajaran olahraga jika dirasa cuaca tidak mendukung di luar kelas, diperbolehkan berlatih di dalam ruangan.
“Secara umum kegiatan pembelajaran berjalan seperti biasa, namun memang kegiatan yang membutuhkan energi lebih. Pelajaran olahraga juga kami kurangi porsinya,” tuturnya.
Sekolah juga menghimbau seluruh siswa membawa air minum pribadi, agar tidak dehidrasi karena cuaca terik yang kian menyengat.
Salah satu wali murid SMPN 8 Surakarta, Sulastri mengaku telah membekali anaknya kipas angin portable untuk dibawa ke sekolah. Ia mengatakan, anaknya sering mengeluh kepanasan saat di sekolah.
“Biasanya digunakan saat istirahat. Kata anak saya di sekolah juga sangat panas dan sering haus, makanya sekarang, bawa minum dari rumah juga. Itu juga anjuran dari gurunya,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dian Rineta mengatakan, pada prinsipnya sekolah memang dihimbau untuk mengurangi kegiatan di luar kelas. “Prinsip anak-anak memang harus dikurangi ke luar ruangan, dan harus perbanyak minum. Surat himbauan on proses,” tuturnya. (ian/nik)
Editor : Damianus Bram