RADARSOLO.COM – Bahaya keracunan timbal nyatanya masih mengancam anak-anak di sekolah. Utamanya bagi siswa kelas rendah atau pendidikan anak usia dini (PAUD).
Mengingat masih banyak sarana prasarana di sekolah yang mengandung timbal, salah satunya cat warna warni yang ada di kursi, besi, atau permainan yang ada di sekolah.
“Ditambah kebiasan anak yang suka mengopek cat yang sudah mengelupas itu juga sangat berbahaya,” ucap Krishna Zaki dari Nexus 3 foundation, saat memberikan paparan di talkshow Akhiri Keracunan Timbal pada Anak di Taman Cerdas Jebres Solo, kemarin (30/10).
Jika anak tidak rajin cuci tangan, maka kemungkinan keracunan timbal pada anak juga akan terjadi. Dampak paling mudah dilihat adalah jika anak tiba-tiba diare dan mengalami gangguan pencernaan lainnya.
Secara tegas Krishna menyarankan, sekolah untuk lebih jeli mengawasi anak-anak saat bermain dan makan. Kebiasan mencuci tangan sebelum makan wajib untuk diterapkan untuk menghindari peluang keracunan timbal pada anak.
Krishna mengatakan, banyak dampak negatif yang berkepanjangan jika anak sudah terkontaminasi timbal. Bahkan, dalam jangka panjang juga bisa dapat mempengaruhi kecerdasan anak.
“Kalau di masa pertumbuhan otaknya sudah teracuni timbal maka dampaknya bisa sampai dewasa,” tegasnya.
Sementara itu, Tim Pembina Unit Kesehatan Sekolah/Madrasah Surakarta Hartoyo menambahkan, keterkaitan kantin dengan dampak paparan timbal ini juga menjadi perhatian khusus.
“Sebenarnya tidak apa-apa warna-warni, tapi kalau kemudian catnya mengandung timbal dan belum SNI. Kami khawatirkan jangka panjang pasti ada dampaknya,” kata Hartoyo. (ian/nik)
Editor : Damianus Bram