RADARKLATEN.COM – SMAN 3 Klaten menggelar pelatihan jurnalistik, bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Solo di gedung olahraga (GOR) setempat, Rabu kemarin (1/11).
Kegiatan ini diikuti 150 siswa, terdiri dari kelas X, XI dan XII, serta para guru.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra. Tujuan utamanya guna meningkatkan literasi para siswa dan guru.
Materi dasar jurnalistik disampaikan pemimpin redaksi Jawa Pos Radar Solo Kabun Triyatno. Sementara materi foto jurnalistik diberikan oleh Arief Budiman.
Acara berlangsung komunikatif karena terdapat sesi tanya jawab hingga pratik wawancara.
Kepala SMAN 3 Klaten Agus Cahyana Budi Santosa menjelaskan, para peserta pelatihan jurnalistik itu adalah siswa yang aktif dalam gerakan literasi sekolah (GLS).
Selain itu, siswa yang aktif dalam kelompok ilmiah remaja (KIR), termasuk para guru pendampingnya juga ikut dalam kegiatan ini.
“Saya harapkan melalui pelatihan jurnalistik ini bisa menambah wawasan bagi para siswa, terutama ilmu dari para praktisi secara langsung,” ucap Agus.
Para guru sengaja ikut dilibatkan dalam pelatihan jurnalistik ini, tujuannya supaya bisa ikut peningkatan wawasan literasinya yang bisa ikut diberikan kembali ke para siswanya.
“Para siswa di GLS ini akan banyak berkecimpung dalam penulisan. Harapannya melalui pelatihan jurnalistik ini bisa lebih mahir lagi. Ini supaya nanti output-nya bisa dibawa keluar untuk bisa disampaikan ke media lainnya, sehingga tidak hanya di sekolah saja,” ucap Agus.
Gerakan literasi di SMAN 3 Klaten saat ini sedang dikembangkan dan diperkuat. Salah satu caranya dengan kegiatan membaca buku nonmata pelajaran selama 15 menit setiap harinya.
Kegiatan ini dimulai dari pukul 06.45-07.00, kemudian dibuat rangkuman sebelum akhirnya dikumpulkan ke guru masing-masing untuk dievaluasi.
“Hasil produknya nanti dibuat semacam buku. Satu kelas, satu buku. Kemudian dipamerkan oleh para siswa. Ada pula pojok literasi yang ada di sudut kelas,” ucap Agus.
Alya Nurul Laila Azzaki jadi salah seorang siswi SMAN 3 Klaten yang mengikuti pelatihan jurnalistik ini. Siswa kelas XI F ini mengaku tertarik dengan bidang jurnalistik. Dia merasa mendapatkan ilmu baru dan dapat belajar dari narasumber yang menyampaikan materi.
“Apalagi saat ini sudah eranya media sosial. Kami mengetahui bagaimana caranya membedakan berita hoax dan benar itu seperti apa. Dengan pelatihan jurnalistik ini, saya bisa mendapatkan ilmunya yang penting untuk bisa diterapkan di era sekarang,” ucap Alya.
Alya mengiyakan bahwa disekolahnya ada tuntutan membaca buku, kemudian merangkumnya dalam waktu 15 menit. Melalui kegiatan tersebut, dia bisa mendapatkan ilmu baru dari buku yang dibacanya.
“Setiap semester para siswa juga diminta untuk membuat karya tulis. Setiap tahunnya juga ada lomba literasi dan penggerak literasi kelas. Ada pula pojok baca yang ada di kelas masing-masing,” tambahnya. (ren/nik)
Editor : Damianus Bram