RADARSOLO.COM – Pembelajaran di SMAN 9 Solo sudah aktif, dengan diisi lima rombongan belajar (rombel). Namun masih terkendala minimnya sarana dan prasarana (sarpras). Di antaranya akses internet dan daya listrik yang terbatas.
Waka Kurikulum SMAN 9 Solo Joko Sarono menjelaskan, sarpras di sekolah masih terbatas. Terutama kebutuhan primer, seperti daya listrik dan internet.
Mengingat kebutuhan listrik di jenjang SMA jauh lebih banyak, dibandingkan dengan jenjang sekolah dasar (SD).
Sebagai catatan, SMAN 9 Solo menempati lahan eks SDN Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon.
“Level SMA itu lumayan tinggi, karena untuk pembelajaran dan akomodasi kegiatan administrasi membutuhkan komputer. Dan itu (daya listriknya) masih terbatas,” ungkap Joko, kemarin (2/11).
Kendala lainnya, di sejumlah ruangan kelas masih belum memiliki peralatan teknologi dan informasi (IT). Termasuk jaringan internet yang sangat terbatas.
“Proses pembangunan tahap pertama ini ada dua gedung. Satu untuk ruang kepala sekolah, guru, dan administrasi. Sedangkan untuk pembelajaran masih menggunakan ruang kelas lama,” imbuh Joko.
Terkait minimnya sarpras di SMAN 9 Solo, Kasi SMA/SLB Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Edi Purwanto menyebut masih berusaha memenuhi kebutuhan tersebut.
Edi mengaku saat ini SMAN 9 Solo sudah mendapat bantuan dari corporate social responsibility (CSR) berupa mebel dan sebagainya.
“Perlahan akan kami lengkapi sarana dan prasarananya. Menurut kami itu wajar kalau masih banyak kekurangan. Karena memang sekolah baru,” kata Edi.
Meski menjadi SMAN paling bungsu di Kota Bengawan, Edi menyebut sudah banyak prestasi yang dilahirkan para siswanya. Baik prestasi akademik maupun nonakademik.
“Prinsipnya kami optimistis SMAN 9 Solo bisa setara dengan SMA lainnya. Apalagi dengan sistem zonasi, sudah tidak ada lagi sekolah unggulan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Edi menyebut SMAN 9 Solo membutuhkan sekira 19 guru tetap. Sehingga masih membuka pendaftaran guru baru.
“Ini sudah ada beberapa guru yang tertarik. Baik PNS (pegawai negeri sipil), PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), dan lainnya. Maka para guru yang masih mau ke SMAN 9 Solo kami terima,” paparnya. (ian/fer)
Editor : Damianus Bram