RADARKLATEN.COM – Sebagai upaya mengangkat kearifan lokal, guru SMAN 3 Klaten mengenakan pakaian lurik Klaten setiap Kamis. Hal itu juga untuk menerapkan instruksi ASN di Jawa Tengah agar memakai busana adat.
Waka Humas SMAN 3 Klaten Iratas Manik Wigati mengatakan, kearifan lokal merupakan cerminan cara-cara hidup, pandangan dunia, dan nilai-nilai yang telah berkembang dalam komunitas tertentu selama bertahun-tahun.
Ini mencakup banyak pengetahuan, baik itu tentang cara bertani, mengolah makanan, memelihara hewan, berburu, dan berbagai aspek lain dari kehidupan sehari-hari.
”Termasuk penggunaan kain lurik dalam kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal juga mencakup sistem nilai dan norma sosial yang membentuk perilaku individu dan kelompok,” jelasnya.
Dia menambahkan, salah satu aspek kearifan lokal yang diunggulkan adalah pemeliharaan budaya. Budaya dalam suatu masyarakat adalah apa yang memberikan identitas kepada mereka, dan kearifan lokal adalah fondasi dari budaya tersebut.
”Pentingnya melestarikan kearifan lokal dalam pemeliharaan budaya adalah bahwa ini membantu masyarakat untuk tetap terhubung dengan akar mereka. Ini mengingatkan mereka akan warisan nenek moyang mereka, membantu menjaga kesinambungan budaya, dan memungkinkan generasi mendatang untuk belajar dari pengalaman masa lalu,” imbuhnya.
Selain itu, melestarikan kearifan lokal juga dapat mendorong keberlanjutan ekonomi. Banyak praktik lokal melibatkan produksi barang-barang yang unik dan berharga dari sudut pandang budaya dan lingkungan, serta meningkakan ketahanan ekonomi rakyat, karena Kabupaten Klaten merupakan produsen lurik. (rls/adi)
Editor : Damianus Bram