RADARSOLO.COM – Program pengabdian masyarakat dinilai penting dilakukan oleh mahasiswa. Lewat program ini mahasiswa bisa berkontribusi menciptakan inovasi teknologi untuk mendorong pembangunan ekonomi, bahkan kesehatan masyarakat.
Program pengabdian ini juga memberikan kesempatan mahasiswa untuk menambah pengalaman dan wawasan.
Lewat program pengabdian masyarakat mahasiswa mampu mengidentifikasi, serta memberi solusi atas masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya.
Pengabdian masyarakat juga bermanfaat sebagai bentuk latihan seorang mahasiswa, sebagai calon sarjana yang akan terjun dalam kehidupan masyarakat.
“Lewat kegiatan ini kami ingin mencetak dokter yang unggul di bidang komunitas, maka kegiatan mendekatkan mahasiswa kepada masyarakat adalah salah satu bentuk pendidikan yang diberikan,” ucap Kepala Program Studi S1 Pendidikan Dokter FK UNS, Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, kemarin (12/11).
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan supaya mahasiswa mengenal lebih baik permasalahan kesehatan yang ada di tengah masyarakat.
“Kami ajak mahasiswa kedokteran untuk memberikan penyuluhan kesehatan bagi siswa di Sukoharjo. Anak-anak tersebut diberikan pengetahuan tentang cara menggosok gigi yang benar, cara mencuci tangan yang benar, informasi tentang makanan bergizi serta dampak buruk gawai terhadap mata,” terang Dr. Eti.
Kegiatan ini jelas akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa, yang mana mereka kelak akan menjadi seorang dokter yang harus terjun langsung di tengah masyarakat secara langsung.
“Lewat kegiatan ini mahasiswa bisa merasakan interaksi secara langsung dengan masyarakat. Mereka bisa mendapat gambaran bagaimana dokter bekerja melayani masyarakat seperti apa. Sehingga nantinya dapat mengimplementasikan ilmu di bangku kuliah untuk bisa membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan,” imbuhnya.
Senada diutarakan dosen Fakultas Teknologi Industri Pangan (Fatipa) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Dr. Merkuria Karyantina.
Salah satu kegiatan positif pendampingan masyarakat yakni dalam pembuatan makanan protein tinggi. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membantu penanganan stunting, salah satunya sempat dilakukan di Kelurahan Panularan.
“Selain lebih mengenalkan pemanfaatan ikan sebagai upaya penanganan stunting, kami juga berikan alternatif makanan yang lebih bervariasi dan tidak membosankan bagi balita. Kami juga bagian bantuan alat untuk menunjang kinerja kader, seperti kompor, mixer, chopper, dandang, timbangan, dan beberapa alat masak lainnya,” ungkapnya. (ian/nik)
Editor : Damianus Bram