Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Hapus Gap Kompetensi Lulusan via Kelas Industri

Septian Refvinda Argiandini • Selasa, 14 November 2023 | 16:59 WIB
KOMPETENSI: Kelas kuliner salah satu SMK di Kota Solo.
KOMPETENSI: Kelas kuliner salah satu SMK di Kota Solo.

RADARSOLO.COM – Hadirnya kelas industri di jenjang SMK berperan krusial dalam menghapuskan gap kompetensi lulusannya.

Kehadirian kelas industri bertujuan untuk memacu kompetensi keahlian siswa. Sekaligus menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Kasi SMK Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Pangarso Yuliatmoko menjelaskan, dalam kelas industri siswa SMK lebih fokus mendalami materi.

Pendalaman ini tidak hanya materi yang sudah dikuasai, tetapi juga fokus mempraktikkan apa yang dipelajari secara langsung di industri.

“Kami siapkan peserta didik menjadi lulusan berkompetensi di bidangnya. Lewat program kelas industri, kami ingin menghapus gap antara industri dan sekolah,” papar Yuliatmoko, kemarin (13/11).

Yuliatmoko menambahkan, beberapa kelas industri menawarkan program rekrutmen langsung terhadap siswanya.

Tidak hanya itu, juga memberikan manfaat kepada sekolah. Karena kerja sama dengan industri otomatis memperluas jaringan sekolah.

“Harapannya setelah lulus langsung terserap dunia industri. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pengawas dan kepala sekolah. Bahwa lulusan SMK harus di-upgrade kompetensinya,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Program Keahlian Kuliner SMKN 7 Solo Falviana mengaku, kerja sama dengan industri memberi dampak luar biasa.

Kelas ini menggandeng sejumlah chef dari berbagai restoran dan hotel terkemuka. Sehingga mampu menambah wawasan guru dan siswa terkait perkembangan kuliner.

“Kalau di sekolah guru masih cenderung text book. Untuk mengejar update perkembangan kuliner, kami kerja sama dengan chef dari industri. Misalnya saat ini sedang tren lava cake, ya kami datangkan chef bidang bakery untuk mengajari anak-anak,” bebernya.

Sementara itu, guru bahasa Jepang SMKN 7 Solo Gatya Pararti mengaku lulusan juga dibekali kompetensi bahasa asing. Salah satunya bahasa Jepang.

“Saat ini lulusan pekerja sosial sangat dibutuhkan di Jepang. Karena di sana minim sekali angka kelahiran. Terutama untuk merawat lansia di Jepang. Maka kami bekali siswa dengan kompetensi bahasa Jepang sesuai standar industri,” ujarnya. (ian/fer)

Editor : Damianus Bram
#SMKN 7 Solo #sdm #Kelas Industri #smk