RADARSOLO.COM - Sebagai salah satu sekolah menggaungkan anti bullying, SMAN 4 Surakarta mengukuhkan tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK) di aula sekolah setempat, kemarin (15/11).
Tim TPPK SMAN 4 Surakarta terdiri dari unsur guru dan wali murid, secara resmi dilantik oleh Kepala SMAN 4 Surakarta Harmini.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatangan deklarasi dukungan “Ayo Rukun” untuk pencegahan kekerasan di sekolah, yang diikuti oleh seluruh elemen sekolah.
“Kegiatan ini sebagai upaya untuk mencegah terjadinya bullying dan kekerasan yang saat ini marak terjadi di sekolah. Kami sebagai sekolah piloting yang ditunjuk langsung oleh Dinas Pendidikan Jawa Tengah berupaya untuk melaksanakan amanat tersebut,” ucap Harmini.
Harmini mengutarakan, saat ini terdapat enam jenis kekerasan yang marak terjadi di sekolah. Mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual, diskriminasi, intoleransi, dan kebijakan yang mengarah pada kekerasan.
Enam jenis kekerasan tersebut sebisa mungkin wajib untuk bisa dicegah dengan berbagai cara. Salah satu langkahnya adalah dengan adanya TPPK dan deklarasi sekolah anti bullying ataupun kekerasan.
“Ini perlu kami lakukan sebagai upaya pencegahan, karena dampak yang ditimbulkan itu sangat signifikan pada perkembangan psikologi anak. Saat ini anak juga banyak yang depresi, bahkan sampai bunuh diri karena mendapatkan perlakukan bullying atau kekerasan tersebut,” paparnya.
Adanya TPPK dan deklarasi sekolah anti bullying diharapkan dapat membuat para siswa dan guru merasa aman dan nyaman di sekolah. Seluruh elemen sekolah dapat bersatu padu untuk mewujudkan hal tersebut.
“Kemarin juga ada jingle anti bullying dan kekerasan ciptaan kepala Dinas Pendidikan Jateng, yang saat ini juga rutin kami perdengarkan pada para siswa di waktu tertentu. Paling berharap dari lagu akan berdampak juga pada perilaku siswa,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Agus Triyanto mengapresiasi apa yang sudah dilakukan SMAN 4 Surakarta.
Dia meminta seluruh siswa dan guru saling berkolaborasi menciptakan suasana yang aman dan nyaman di lingkungan sekolah.
“Kami dari cabdin berharap dengan adanya deklarasi ini, anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman di sekolah. Kami juga mendorong pada anak maupun guru jika melihat adanya tindakan bullying untuk segera melapor pada pihak yang berwenang,” tutur Agus. (ian/nik)
Editor : Damianus Bram