RADARSOLO.COM – Prospek kerja untuk tenaga kesehatan di masa depan cenderung sangat positif. Jurusan medis menjadi salah satu pilihan karir dengan potensi yang cukup cerah.
Meski begitu, banyak orang masih berpikir bahwa jurusan ini hanya terbatas pada kedokteran atau keperawatan. Padahal, kenyataannya ada banyak pilihan karir lain dalam bidang ini.
Sekretaris Ditjen Nakes Kemenkes RI Albertus Yudha Poewardi mengatakan, kebutuhan tenaga kesehatan di Jawa Tengah sebanyak 178 tenaga untuk mengisi kekosongan tersebut.
Dengan rincian 63 dokter gigi, 13 tenaga farmasi, 30 tenaga kesehatan masyarakat, 51 tenaga kesehatan lingkungan, 13 tenaga gizi, dan 8 tenaga laboratorium medik.
“Guna mengatasi isu kesehatan tersebut, Kemenkes melakukan transformasi sistem kesehatan dengan enam pilar. Lulusan Poltekkes Kemenkes Surakarta berperan besar dalam mendukung transformasi kesehatan, khususnya sumber daya manusia kesehatan,” bebernya.
Disebutkan Sekretaris Ditjen Nakes Kemenkes RI tersebut, berdasarkan data per Oktober 2023, 10.436 puskesmas di Indonesia. Di mana 43,89 persen atau 4.580 puskesmas belum terpenuhi ketersediaannya 9 jenis tenaga kesehatan. Dengan kekurangan 8.464 tenaga kesehatan.
“Ditargertkan di akhir 2023 ini, 71 persen puskesmas lengkap tenaga kesehatan. Di Jawa Tengah terdapat 154 puskesmas belum lengkap sembilan jenis tenaga kesehatannya,” ucap Albertus Yudha.
Senada, Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta mengatakan, tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam kesembuhan pasien. Berdasarkan data yang ia miliki hampir 100 persen lulusan ilmu kesehatan dapat terserap ke dunia kerja.
Utamanya penata anestesi yang saat ini masih dibutuhkan di Indonesia lantaran belum banyak perguruan tinggi yang membuka program studi tersebut.
“Ke depan tenaga kesehatan itu memang masih sangat dibutuhkan, terutama perawat yang kebutuhannya masih sangat tinggi. Kebutuhan tenaga kesehatan profesional yang semakin tinggi membuat peluang karir lulusan di bidang ini sangat besar. Hal ini membuat bidang kesehatan menjadi salah satu jurusan kuliah incaran calon mahasiswa,” ucapnya.
Semenatra itu, Kepala SMK Kesehatan Mandala Bhakti Solo Ifwa Mas'udah mengatakan, lulusan kejuruan kesehatan memiliki peluang kerja yang besar. Mengingat saat ini tenaga kesehatan masih banyak dibutuhkan di dunia kesehatan.
Diakuinya lulusan medis tidak hanya sebagai perawat saja, namun juga bisa mengisi kekosongan di bidang kesehatan lainnya.
“SMK kesehatan memang memberikan peluang karir yang baik bagi siswa yang ingin memasuki dunia kerja secara langsung setelah lulus nantinya. Hampir lulusan kami semua bisa terserap di dunia kerja,” ucap Ifwa Mas'udah. (ian/nik)
Editor : Damianus Bram