Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

LSF Sosialisasi Sensor Mandiri, Awasi Tontonan Pada Anak

Damianus Bram • Kamis, 7 Desember 2023 | 20:04 WIB
PEMAPARAN: Lembaga Sensor Film (LSF) menyelenggarakan sosialisasi budaya sensor mandiri dengan di Solo Paragon Hotel & Residence, Rabu, 6 Desember.
PEMAPARAN: Lembaga Sensor Film (LSF) menyelenggarakan sosialisasi budaya sensor mandiri dengan di Solo Paragon Hotel & Residence, Rabu, 6 Desember.

RADARSOLO.COM Lembaga Sensor Film (LSF) menyelenggarakan sosialisasi budaya sensor mandiri dengan tajuk "Cerdas Memilah dan Memilih Tontonan" di Solo Paragon Hotel & Residence, Rabu, 6 Desember.

"Kami bekerja sama dengan 63 kampus di seluruh Indonesia, dan seluruh pemprov untuk melakukan sosialisasi di berbagai tempat, salah satunya di Kota Solo. Tujuannya untuk memberikan literasi edukasi tontonan yang tepat untuk generasi kita. Kami mengajak berdiskusi agar tontonan anak memberikan dampak yang baik," terang Sekretaris Komisi III Lembaga Sensor Film Mukayat Al Amin dalam sambutannya.

Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan wakil wali kota, mitra pendidikan, serta peserta sosialisasi, antara lain guru, kepala sekolah, pengajar pendidik, organisasi, pelaku kegiatan, dan media.

"Lembaga Sensor Film (LSF) merupakan lembaga negara yang sifatnya tetap dan independen. Dengan 17 anggota yang diangkat dan bertanggung jawab langsung oleh presiden melalui mendikbudristek," ungkap Ketua Subkomisi Penyensoran Lembaga Sensor Film Tri Widyastuti Setyaningsih

Lembaga Sensor Film memiliki beberapa tugas dan kewenangan, antara lain penyensoran yakni meneliti, menilai, dan menentukan kelayakan serta klasifikasi usia penonton film; pemantauan, sosialisasi tentang LSF dan sensor mandiri.

Hal-hal sensitif pada film antara lain, kekerasan verbal dan nonverbal, perjudian, penggunaan narkoba, pornografi, perundungan, provokasi, SARA, pelecehan, dan penodaan agama.

Hingga sesuatu yang mendorong tindakan melanggar hukum, serta merendahkan martabat manusia.

Ketua Subkomisi Penelitian dan Pengkajian Kuat Prihatin dalam sosialisasi ini memaparkan materi terkait urgensi budaya sensor film. Dia mengakui perlu adanya sensor film mandiri dan tontonan bagi anak.

Peranan orang tua juga sangat penting dalam mengawasi penggunaan media sosial anak dan klasifikasi tontonan sesuai usianya.

"Sosialisasi ini menjadi kegiatan strategis yang nantinya akan kami implementasikan di sekolah. Dikhawatirkan dampak buruk tontonan yang tidak sesuai usia, akan melemahkan mental dan menurunkan prestasi pada anak. Para pengajar dan orang tua digencarkan untuk meningkatkan literasi terhadap sensor mandiri, serta pembatasan penggunaan gawai pada anak," ucap Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Sri Sayekti. (mg21/nik)

Editor : Damianus Bram
#literasi #lembaga sensor film #lsf #sd muhammadiyah 1 ketelan