Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Inovasi Pembasmi Tikus Ramah Lingkungan, Gunakan Gelombang Ultrasonik, Ada Sensor Pendeteksi pH Tanah

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 17 Desember 2023 | 15:15 WIB
Amirul Chanifah dan M. Rizki Abid Pratama menggagas pengusir tikus dengan gelombang ultrasonik dan pendeteksi pH tanah. (DOK.UMS)
Amirul Chanifah dan M. Rizki Abid Pratama menggagas pengusir tikus dengan gelombang ultrasonik dan pendeteksi pH tanah. (DOK.UMS)

RADARSOLO.COM-Tikus menjadi momok bagi petani. Keberadaan hewan pengerat ini bisa menyebabkan tanaman padi gagal panen.

Nah, sekelompok mahasiswa ini memanfaatkan teknologi panel surya untuk membasminya.

Inisiator datang dari tim mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Tidak main-main, gagasan mereka berhasil menggondol gold medal essay national education competition.

Ketua tim Amirul Chanifah mengatakan, inovasi di bidang pertanian ini sangat minim, terutama dalam memanfaatkan teknologi. Kebanyakan petani masih menggunakan alat konvensional atau alat-alat tradisional.

“Kami dari mahasiswa teknik kimia, tetapi memiliki ketertarikan atas isu-isu yang sedang terjadi di sekitar. Hingga akhirnya kami menggandeng dosen yang konsen dalam hal teknologi,” ujar Amirul.

Dalam kasus penyerangan tikus pada tanaman padi, kata Amirul, penyerangan tikus menjadi ancaman bagi petani di setiap musim panen.

Tanaman padi yang rusak akibat diserang tikus biasanya tumbuh tidak optimal dan sebagian tangkainya akan hilang.

“Berdasarkan permasalahan itu, diperlukan solusi yang mengacu pada gerakan SDGs (sustainable development goals). Yakni, good health and well-being, industry, innovation, and infrastructure, responsible consumption and production, climate action, partnerships, for the goals,” terang Amirul.

Berdasar hal di atas, pemanfaatan teknologi merupakan solusi yang tepat dan efektif untuk digunakan dalam mengatasi serangan hama tikus.

Alat pembasmi tikus dengan prinsip teknologi panel surya yang dimodifikasi dapat menjadi alternatif pembasmi tikus yang ramah lingkungan menggunakan gelombang suara ultrasonik.

"Selain itu, alat ini juga dilengkapi sensor pendeteksi pH tanah untuk memudahkan petani dalam mengatur penambahan pupuk terhadap lahan pertaniannya. Dalam kelanjutan dari program ini, kami juga bekerjasama dengan Desamind sehingga diharapkan dapat membantu lebih banyak petani,” tegasnya.

Inovasi teknologi ini, tambahnya, diharapkan bisa membantu menurunkan intensitas penyerangan hama tikus sawah terhadap tanaman padi sehingga sedikit kemungkinan petani mengalami gagal panen dan meningkatkan hasil panen dengan penambahan pupuk yang sesuai pada lahan pertanian.

Amirul berharap, teknologi ini bisa diproduksi dan dirancang dengan harga yang terjangkau, sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani di Indonesia.

Anggota tim M. Rizki Abid Pratama juga berharap, program ini dapat masuk ke exhibition atau pameran nasional maupun internasional.

Besar harapan, pertanian di Indonesia dapat menjadi pertanian berkelanjutan, sehingga tidak melakukan impor beras dari luar negeri.

“Program ini turut mendukung SDGs, dengan meningkatkan kualitas berasnya sendiri, meningkatkan produksi panen dari petani. Sehingga semakin bertambahnya tahun, teknologi sangat penting dimanfaatkan dalam pertanian,” kata Rizki. (*/bun)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#hama #gelombang ultrasonik #tim mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta #tikus